<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "MODAL SOSIAL KELOMPOK TANI DALAM\r\nPEMBERDAYAAN URBAN FARMING\r\nDI KOTA YOGYAKARTA"^^ . "Penelitian ini bertujuan untuk: a) menemukan pengembangan urban farming yang\r\ndilakukan oleh kelompok tani di Kota Yogyakarta, b) menemukan pendayagunaan\r\nmodal sosial kelompok tani dalam pemberdayaan urban farming, c) menemukan\r\npola pengembangan urban farming berbasiskan modal sosial pada kelompok tani.\r\nPenelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis\r\npenelitian yaitu studi kasus atau study case. Setting penelitian ini dilakukan di Kota\r\nYogyakarta dengan mengambil lima kelompok tani yaitu kelompok tani Gemah\r\nRipah, kelompok tani Winongo Asri, kelompok tani Subur Ceria, kelompok tani\r\nTegal Anggur, dan kelompok tani Hijau Daun. Adapun subjek dalam penelitian ini\r\nmencakup pengurus dan anggota kelompok tani, pihak Dinas Pertanian dan\r\nKetahanan Pangan Kota Yogyakarta dan salah seorang Penyuluh Pertanian\r\nLapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi\r\nnon-partisipan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis\r\nmenggunakan teknik analisis kualitatif interaktif dari Miles and Huberman.\r\nKeabsahan data dilakukan dengan triangualasi data, triangulasi sumber dan\r\npenjelasan detail.\r\nPenelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, pengembangan urban\r\nfarming di Kota Yogyakarta mengalami tiga tahap pengembangan yaitu factor\r\ndriven, efficiency driven, dan innovation driven. Upaya ini tidak hanya mendukung\r\nketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi\r\nmasyarakat melalui diversifikasi produk, pengembangan eduwisata, adopsi\r\nteknologi modern, serta kemitraan dengan pemerintah dan lembaga pendidikan.\r\nKedua, pendayagunaan modal sosial dalam pemberdayaan urban farming\r\ndilakukan melalui penerapan nilai norma, kepercayaan, jaringan sosial, dan berbagi\r\npengetahuan. Komponen modal sosial yang lebih menonjol yakni jaringan sosial,\r\nadapun keseluruhan komponen modal sosial ini mengarah pada fungsi bonding,\r\nbridging, dan linking yang memperkuat keberlanjutan urban farming. Bonding\r\nmemperkuat solidaritas dan kerja sama internal, bridging menjembatani hubungan\r\ndengan komunitas lain dan linking membuka akses ke pihak-pihak dengan otoritas\r\natau sumber daya lebih besar. Ketiga, pola pengembangan urban farming berbasis\r\nmodal sosial memberikan pendekatan menyeluruh yang mencakup tiga tahap utama\r\nyaitu input, proses, dan output, dengan mempertimbangkan konteks sosial, kearifan\r\nlokal, dan kebijakan yang relevan. Tahap input meliputi manajemen kelompok,\r\nSDM, keuangan dan teknologi, kesemuanya dijalankan dengan pendayagunaan\r\nmodal sosial meliputi dimensi nilai norma, kepercayaan, jaringan sosial dan sharing\r\nknowledge, sedangkan outputnya meliputi peningkatan kapasitas, pengembangan\r\nkomunitas berkelanjutan, pemanfaatan lahan & kesadaran lingkungan, serta\r\npeningkatkan pendapatan. Tujuan akhir yang ingin dicapai dari rangkaian tersebut\r\nadalah adanya keberlanjutan urban farming dan kemandirian kelompok tani."^^ . "2025" . . . "Fakultas Ilmu Pendidikan"^^ . . . "Pendidikan Non Formal, Fakultas Ilmu Pendidikan"^^ . . . . . . . . . "AULIA NISHFUL"^^ . "LAILA"^^ . "AULIA NISHFUL LAILA"^^ . . "Universitas Negeri Yogyakarta"^^ . . . . . . . "MODAL SOSIAL KELOMPOK TANI DALAM\r\nPEMBERDAYAAN URBAN FARMING\r\nDI KOTA YOGYAKARTA (Text)"^^ . . "HTML Summary of #90250 \n\nMODAL SOSIAL KELOMPOK TANI DALAM \nPEMBERDAYAAN URBAN FARMING \nDI KOTA YOGYAKARTA\n\n" . "text/html" . . . "Pendidikan Luar Sekolah" . .