%0 Thesis %9 S2 %A BUDIARTO, HELMY GANIA KEN %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Non Formal %D 2023 %F UNY:90188 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K efektifitas modul, pembelajaran experiential learning %T EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA KARYAWAN BARU FRESH GRADUATE %U http://eprints.uny.ac.id/90188/ %X Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah karyawan baru fresh graduate sebelum mengikuti pelatihan berbasis experiential learning dengan menggunakan modul, 2) mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah karyawan baru fresh graduate setelah mengikuti pelatihan berbasis experiential learning dengan menggunakan modul, 3) mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kemampuan pemecahan masalah berbasis experiential learning dengan menggunakan modul, 4) mengetahui perbedaan tingkat kemampuan pemecahan masalah karyawan baru fresh graduate antara kelas kontrol dan kelas treatment. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuasi Eksperimen. Dalam penelitian ini eksperimen yang dipilih adalah Pre-Test Post-Test Control Group Design dimana pada penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelompok treatment dan kelompok kontrol. Uji Validitas Instrumen menggunakan Pearson dengan hasil 28 dari 32 Pernyataan pada Kuesioner adalah Valid yang dilanjutkan dengan Uji Reliabilitas Cronbach’s Alpha dengan nilai yang sangat tinggi sebesar 0.948. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Pendidikan SDIT AS-SISI Kota Tangerang sebagai kelas treatment dan Rumah Sakit Sari Asih Ciledug sebagai kelas kontrol dengan mempertimbangkan merupakan lembaga pendidikan yang relatif baru berusia dibawah lima tahun sehingga karyawan dan staf pengajarnya hampir semua baru dan fresh graduate. Begitu juga Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang memiliki karyawan baru pada semester pertama tahun 2023 ini memiliki 45 orang karyawan baru fresh graduate dan sering mendapatkan permasalahan dalam hal pelayanan. Subjek dalam penelitian ini adalah para pegawai/karyawan baru fresh graduate yang berusia antara 20 tahun sampai 30 tahun sebanyak 30 orang untuk kedua kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui pre-test, post-test, observasi dan dokumentasi. Uji Normalitas Saphiro-Wilk menunjukkan bahwa skor pre-test dan post-test berada pada sebaran normal (> 0,05) dengan nilai signifikansi pre-test kelas treatment 0,915, post-test 0,677, dan pre-test kelas kontrol 0,782, dan post-test 0,870. Uji homogenitas Levene menunjukkan kedua kelompok kelas penelitian memiliki varian yang homogen dengan nilai signifikansi sebesar 0,511 > 0,05. Hasil penelitian pada pelatihan menggunakan modul pembelajaran experiential learning menunjukkan hasil pre-test dan post-test diperoleh nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,056 > taraf kepercayaan 0,05 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan karyawan baru fresh graduate secara signifikan antara sebelum dilakukan pelatihan menggunakan modul experiential learning dengan sesudahnya. Sementara itu, hasil pre-test dan post-test pada kelompok kelas kontrol dan kelas treatment diperoleh hasil dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,094 > taraf kepercayaan 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah karyawan baru fresh graduate yang signifikan antara pelatihan yang menggunakan modul pembelajaran experiential learning dengan yang tidak menggunakan modul pembelajaran experiential learning.