%0 Thesis %9 S2 %A FAHRUDIN, ARIF %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Non Formal %D 2026 %F UNY:90069 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K Anak Tidak Sekolah (ATS), PKBM, kelompok belajar, strategi pendidikan, pendidikan kesetaraan %T STRATEGI MENGATASI ANAK TIDAK SEKOLAH MELALUI PROGRAM KELOMPOK BELAJAR DI PKBM RAWA CINDE KECAMATAN PURWANEGARA %U http://eprints.uny.ac.id/90069/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Purwanegara yang memerlukan penanganan sistematis melalui pendidikan nonformal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis strategi PKBM Rawa Cinde dalam menarik kembali minat belajar anak melalui program pembentukan kelompok belajar yang meliputi siklus menegement perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi; (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilan program tersebut; dan (3) mengidentifikasi hasil dari strategi dalam mengatasi Anak Tidak Sekolah melalui program pembentukan kelompok belajar di PKBM Rawa Cinde Kecamatan Purwanegara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan triangulasi sumber. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategis untuk mengatasi Anak Tidak Sekolah melalui Program Pembentukan Kelompok belajar, yang meliputi siklus menegement perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi; 2) faktor pendukung internal antara lain kompetensi sumber daya manusia, fleksibilitas program, kolaborasi dengan sekolah formal, serta legalitas ijazah kesetaraan. Faktor pendukung eksternal mencakup dukungan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi kendala ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi geografis dan cuaca, serta kurangnya dukungan dari orang tua; dan 3) hasil strategi mengatasi anak putus sekolah melalui kelompok belajar di PKBM Rawa Cinde memberikan dampak positif yang signifikan. Program ini mampu menurunkan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS), meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi warga belajar melalui pembekalan keterampilan produktif. Selain itu, program ini juga meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan semangat warga belajar untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan. Keberhasilan ini turut memperkuat kolaborasi antara PKBM, pemerintah desa, sekolah formal, dan masyarakat. Dengan demikian, strategi yang diterapkan PKBM Rawa Cinde dapat dikategorikan sebagai model praktik baik dalam pendidikan nonformal berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial ekonomi serupa seperti Kecamatan Purwanegara.