%0 Thesis %9 S2 %A WULANSARI, AFIFAH MURTI %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Non Formal %D 2026 %F UNY:90030 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K Kemampuan Berpikir Kritis, Metode Diskusi, Pendidikan Kesetaraan %T PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS WARGA BELAJAR DI PKBM PILAR SAKTI %U http://eprints.uny.ac.id/90030/ %X Transformasi inovasi pada bidang teknologi yang terjadi pada saat ini telah menyebar ke seluruh dunia menjadikan setiap individu dapat lebih mudah untuk mengakses serta memperoleh suatu informasi. Pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi individu untuk memberikan pemahaman yang lebih terhadap suatu persoalan sehingga dapat memecahakan permasalahan secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah: 1) Mendeskripsikan bagaimana kondisi kemampuan critical thinking warga belajar di PKBM Pilar Sakti sebelum diterapkannya metode diskusi kelompok 2) Mendeskripsikan pelaksanaan metode diskusi kelompok dalam menumbuhkan critical thinking warga belajar di PKBM Pilar Sakti dan 3) Mendeskripsikan bagaimana kondisi kemampuan critical thinking warga belajar di PKBM Pilar Sakti setelah diterapkannya metode diskusi kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan dalam riset adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Indikator yang digunakan dalam penelitian ada 4 yaitu: menganalisis persoalan yang ada, mempertegas fakta dari permasalahan yang ada, mencari solusi yang tepat dari permasalahan yang ada dan menarik kesimpulan dari permasalahan yang ada. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti ada 3 yaitu kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yang meliputi data, sumber dan teori. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sebelum menggunakan metode diskusi kelompok di PKBM Pilar Sakti, para tutor menggunakan metode ceramah sehingga kemampuan berpikir kritis warga belajar belum diketahui secara maksimal. Kegiatan diskusi diawali dengan tutor membagi warga belajar yang berjumlah 20 orang menjadi 4 kelompok sehingga 1 kelompok terdiri atas 5 orang. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, warga belajar diminta untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan oleh peneliti. Kemudian warga belajar mempersentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Pelaksanaan metode diskusi di PKBM menunjukkan adanya partisipasi secara aktif dari warga belajar dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Setelah dilaksanakan metode diskusi kelompok, kemampuan berpikir kritis warga belajar di PKBM Pilar Sakti terjadi peningkatkan secara efektif dan efisien yang dibuktikan dengan nilai tes yang dilakukan ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukannya penelitian.