<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman &#13;
Bencana (SPAB) Tingkat SMA di Kota Yogyakarta.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Rizal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fathoni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nursa'ban</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program Satuan &#13;
Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di &#13;
Kota Yogyakarta, ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program. &#13;
Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif model Countenance Stake&#13;
yang mencakup tiga tahap evaluasi, yaitu antecedent, transaction, dan outcomes. &#13;
Subjek penelitian terdiri atas 172 peserta didik, 4 guru geografi, dan 4 koordinator &#13;
SPAB perintis dari empat SMA di Kota Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui &#13;
observasi, angket, wawancara, dan telaah dokumen. Instrumen penelitian telah &#13;
divalidasi secara isi dan konstruk serta dinyatakan reliabel dengan koefisien &#13;
Cronbach Alpha sebesar 0,911. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif &#13;
untuk mengukur tingkat ketercapaian implementasi program.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPAB di SMA Kota &#13;
Yogyakarta mencapai capaian keseluruhan sebesar 80% (kategori berhasil), dengan &#13;
kesiapan awal sekolah sangat baik (86%), pelaksanaan program baik (75%) &#13;
meskipun konsistensi kerja sama lintas sektor belum optimal, dan hasil &#13;
implementasi progam berdampak positif (78%) terhadap peningkatan pengetahuan, &#13;
kesadaran, serta sikap kesiapsiagaan warga sekolah, meskipun internalisasi perilaku &#13;
mitigatif belum merata. Disimpulkan bahwa implementasi SPAB telah sesuai &#13;
ketentuan, namun memerlukan penguatan regulasi, fasilitas, konsistensi pelatihan, &#13;
serta internalisasi budaya aman bencana dalam pembelajaran agar pelaksanaannya &#13;
lebih optimal dan merata.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Menengah</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>