<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Fase B Di Sekolah Dasar (SD) Kapanewon Gamping.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Atika Miftah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ramadhani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Suranto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suranto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program yang menggunakan model&#13;
Countenance Stake, dengan fokus pada tiga tahapan yaitu antecedent, transaction, dan&#13;
outcome. Subjek penelitian melibatkan 336 peserta didik dan 55 fasilitator dari enam Sekolah&#13;
Dasar di Kapanewon Gamping yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka. Data&#13;
dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi&#13;
terkait kesiapan fasilitator, pelaksanaan, serta hasil karakter siswa dalam P5. Instrumen&#13;
penelitian telah dibuktikan oleh validitas isi menggunakan expert judgement dengan hasil V-&#13;
Aiken &gt; 0,70 dan validitas konstruk melalui analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA) yang&#13;
menunjukkan semua indikator signifikan dengan reliabilitas tinggi (Cronbach Alpha = 0,709–&#13;
0,924). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan skor, mean, dan&#13;
persentase untuk menginterpretasikan tingkat keterlaksanaan program P5 pada tiap komponen&#13;
evaluasi. Kriteria keberhasilan penelitian ini ditetapkan apabila setiap aspek evaluasi P5 yang&#13;
mencakup antecedent, transaction, dan outcomes memperoleh persentase ketercapaian&#13;
minimal 61% dengan kategori baik atau lebih.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap antecedent, kesiapan fasilitator dan&#13;
perangkat pembelajaran berupa modul P5 berada pada kategori cukup hingga sangat baik,&#13;
menandakan kesiapan sekolah dalam melaksanakan program secara efektif. Pada tahap&#13;
transaction, pelaksanaan program P5 di enam sekolah berjalan dengan baik pada seluruh aspek,&#13;
didukung oleh kolaborasi antar guru meskipun keterlibatan pihak luar masih perlu&#13;
ditingkatkan. Sementara pada tahap outcome, hasil menunjukkan bahwa penguatan karakter&#13;
dan produk peserta didik telah mencapai kategori baik hingga sangat baik, mencerminkan&#13;
keberhasilan program P5 dalam menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kepedulian siswa.&#13;
Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan komunikasi dan koordinasi&#13;
antara fasilitator dengan seluruh stakeholder agar persiapan dan pelaksanaan modul P5 lebih&#13;
efektif serta sesuai dengan konteks sekolah. Pembelajaran juga perlu dirancang agar dimensi&#13;
P5 terintegrasi dalam setiap kegiatan sehingga karakter peserta didik terbentuk secara konsisten&#13;
dan mudah dipantau perkembangannya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa&#13;
keberhasilan program P5 bergantung pada penguatan kapasitas fasilitator melalui sosialisasi,&#13;
pembinaan, dan pemantauan berkelanjutan untuk menjamin kualitas pelaksanaan yang optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Kewarganegaraan dan Hukum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>