<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ade Irma</mods:namePart><mods:namePart type="family">Andi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Supahar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supahar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka &#13;
di jenjang Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui &#13;
sejauh mana ketercapaian pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah sesuai dengan empat &#13;
standar utama, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan &#13;
Standar Penilaian. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi kesenjangan &#13;
(discrepancy) antara kondisi ideal yang ditetapkan oleh kebijakan nasional dengan &#13;
realita implementasi di sekolah dasar, serta memberikan rekomendasi perbaikan &#13;
berdasarkan hasil evaluasi. &#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif formatif dengan &#13;
pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan model evaluasi Discrepancy yang &#13;
dikembangkan oleh Provus. Subjek penelitian terdiri atas enam Sekolah Dasar kategori &#13;
Mandiri Berubah di Kota Yogyakarta, melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV dan &#13;
V, siswa, serta ahli kurikulum. Data dikumpulkan menggunakan instrumen angket &#13;
skala Importance–Performance (IP), observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. &#13;
Validitas instrumen diuji melalui Aiken’s V dengan hasil mayoritas sangat valid. &#13;
Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan dikombinasikan melalui &#13;
triangulasi data untuk memperkuat hasil. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum &#13;
sepenuhnya memenuhi standar kurikulum. Ditemukan kesenjangan pada aspek &#13;
pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi, pelaksanaan proyek penguatan &#13;
Profil Pelajar Pancasila (P5), serta penilaian autentik. Faktor pendukung seperti &#13;
kesiapan sarana prasarana dan profesionalisme guru juga masih terbatas. Berdasarkan &#13;
temuan discrepancy, disusun rekomendasi berupa peningkatan pelatihan guru, &#13;
pengembangan perangkat ajar kontekstual, serta penguatan peran sekolah dalam &#13;
mendukung implementasi kurikulum. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi &#13;
strategis dalam pengembangan kebijakan pendidikan khususnya optimalisasi &#13;
pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Kurikulum dan Teknologi Pendidikan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-10-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>