@phdthesis{UNY89847, year = {2025}, author = {IRWANSYAH IRWANSYAH}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, title = {COMMUNITY BASED LEARNING (CBL) DALAM MENUMBUHKAN MINAT BAKAT PESERTA DIDIK, STUDI KASUS PADA SCHOOL OF MAKERS (SMX) - SEKOLAH ALAM BOGOR}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi Community Based Learning (CBL) di Sekolah Alam Bogor, dan secara khusus di School of Makers (SMX); (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan Community Based Learning (CBL) dalam pengembangan minat bakat peserta didik di School of Makers (SMX); dan (3) menilai hasil dari penerapan Community Based Learning terhadap peningkatan minat dan bakat peserta didik di School of Makers (SMX). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus atau case study dengan metode analisis data deskriptif. Setting penelitian dilakukan di Sekolah Alam Bogor dan SMX ? School of Makers di Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif interaktif dari Miles and Huberman. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data, triangulasi sumber dan penjelasan detail. Penelitian menghasilkan tiga temuan. Pertama, bahwa implementasi CBL dalam desain kurikulum dan learning journey SMX mencakup: (a) Penyusunan kurikulum secara kolaboratif dengan komunitas/entitas, (b) Kontribusi signifikan komunitas dalam penyusunan silabus hingga 80\%, (c) Perencanaan akademik yang terstruktur, melalui salamik dan koordinasi awal tahun, (d) Integrasi langsung antara fasilitator dan komunitas dalam pelaksanaan pembelajaran, (e) Pengalaman belajar berbasis proyek dan dunia nyata sebagai inti learning journey. Kedua, faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi CBL dan PjBL dalam pembentukan dan penemuan minat bakat peserta didik, terdiri dari visi, misi dan pilar SAB, komunitas/entitas, guru/fasilitator, peserta didik dan masyarakat. Namun disisi yang lain, selain visi, misi dan pilar SAB, faktor lainnya juga bisa menjadi faktor pemhambatnya. Ketiga, mmplementasi Community-Based Learning (CBL) yang diperkuat dengan pendekatan pembelajaran berbasis projek (Project-Based Learning, PjBL), semakin memperkuat dan mempercepat proses penemuan minat bakat peserta didik.}, keywords = {community-based learning, minat bakat, sekolah alam, experiential learning, pembelajaran berbasis proyek}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89847/} }