<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Literasi Digital, Keterampilan Kolaboratif, dan Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Derrida Dhini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Imama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Priyanto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Priyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, keterampilan &#13;
kolaboratif, dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa &#13;
SMK Negeri 1 Jember. Tujuan spesifik penelitian adalah untuk mengetahui: (1) &#13;
pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar; (2) pengaruh keterampilan &#13;
kolaboratif terhadap kemandirian belajar; (3) pengaruh literasi digital terhadap &#13;
kemampuan berpikir kritis; (4) pengaruh keterampilan kolaboratif terhadap &#13;
kemampuan berpikir kritis; (5) pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan &#13;
berpikir kritis; dan (6) peran kemandirian belajar sebagai variabel mediasi dalam &#13;
hubungan antara literasi digital, keterampilan kolaboratif, dan kemampuan berpikir &#13;
kritis.&#13;
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional &#13;
survey. Tempat penelitian adalah SMK Negeri 1 Jember yang berlokasi di Provinsi &#13;
Jawa Timur. Subjek penelitian terdiri dari 99 siswa Program Keahlian Desain dan &#13;
Produksi Kriya yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Sumber data &#13;
diperoleh langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner. Teknik &#13;
pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert (1-5) yang &#13;
dikembangkan berdasarkan teori terkait dengan indikator yang telah ditetapkan. &#13;
Instrumen penelitian telah melalui uji validitas konvergen yang menunjukkan &#13;
bahwa semua indikator memiliki outer loading ≥ 0,7, dengan nilai Average &#13;
Variance Extracted (AVE) berkisar antara 0,615-0,700 ≥ 0,5. Uji reliabilitas &#13;
menggunakan Cronbach's alpha dan composite reliability menunjukkan nilai lebih &#13;
dari 0,90 untuk semua variabel, mengindikasikan reliabilitas yang sangat tinggi. &#13;
Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan Structural &#13;
Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) menggunakan &#13;
software SmartPLS 3.0, dengan pengujian hipotesis melalui bootstrapping.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi digital berpengaruh signifikan &#13;
terhadap kemandirian belajar; (2) keterampilan kolaboratif tidak berpengaruh &#13;
signifikan terhadap kemandirian belajar; (3) literasi digital berpengaruh signifikan &#13;
terhadap kemampuan berpikir kritis; (4) keterampilan kolaboratif berpengaruh &#13;
signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis; (5) kemandirian belajar &#13;
berpengaruh signifikan dan paling kuat terhadap kemampuan berpikir kritis; dan &#13;
(6) kemandirian belajar memediasi secara signifikan pengaruh literasi digital &#13;
terhadap kemampuan berpikir kritis, dengan skor statistik upsilon V sebesar 0,263 &#13;
yang menunjukkan pengaruh mediasi sangat tinggi, sementara kemandirian belajar &#13;
tidak memediasi pengaruh keterampilan kolaboratif terhadap kemampuan berpikir &#13;
kritis. Model penelitian menjelaskan 63,9% dari varians dalam kemampuan berpikir &#13;
kritis dan 34,7% dari varians dalam kemandirian belajar, dengan nilai Goodness of &#13;
Fit (GoF) berkisar antara 0,627-0,669 (kategori tinggi) dan nilai SRMR sebesar &#13;
0,066 (model fit). Penelitian ini menggambarkan literasi digital, keterampilan &#13;
kolaboratif, dan kemandirian belajar secara bersama-sama berkontribusi terhadap &#13;
pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa SMK. Kemandirian belajar &#13;
memiliki pengaruh yang paling kuat dan merupakan variabel mediasi penting yang &#13;
memperkuat pengaruh literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis. Hal ini &#13;
mengindikasikan perlunya pengembangan pembelajaran yang terintegrasi untuk &#13;
meningkatkan ketiga kompetensi tersebut sebagai strategi untuk meningkatkan &#13;
kemampuan berpikir kritis siswa di era digital.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan (Umum)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Aspek Pendidikan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Media Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>