@phdthesis{UNY89803, author = {YENI WIJAYA}, year = {2025}, title = {STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI IMAH URANG (STUDI PROSES DAN TANTANGAN)}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89803/}, keywords = {Wisata edukasi, experientian learning, pendidikan nonformal, strategi pengembangan.}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mendeskripsikan proses dalam pengembangan wisata edukasi imah urang. (2) Mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wisata edukasi imah urang. (3) Mendeskripsikan strategi pengembangan wisata edukasi imah urang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tempat penelitian adalah di wisata edukasi Imah Urang yang terletak di Dusun Buniaga, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah manajerial, pengelola, kepala bidang destinasi wisata, kepala bidang paud dan dikmas, ketua RT, wisatawan, dan anggota AELI. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data mencakup pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengembangan wisata edukasi Imah Urang bermula dari analisis potensi, dulanjutkan dengan perumusan potensi sehingga menjadi rancangan dan melakukan pembagian SDM sesuai rancangan yang sudah dibuat. Menyusun kelembagaan dilakukan untuk memperjelas tugas dan tanggung jawab, ini juga digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan ijin operasional. Kemitraan yang bertujuan mengenalkan konsep dan sosialisasi dilakukan sebelum memulai proses implementasi. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara regular sehingga muncul ide-ide pengembangan yang akan menciptakan inovasi program kegiatan. (2) Tantangan pengembangan wisata edukasi Imah Urang digolongkan menjadi dua aspek yaitu tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal termasuk kurangnya keterampilan dari tim, minimnya inovasi produk yang ditawarkan, serta belum gencarnya promosi dan pemasaran yang dilakukan. Tantangan eksternal diantaranya adalah cuaca yang tak menentu serta lingkungan yang rawan longsor, masyarakat yang sangat dinamis dan belum diarahkan, serta kebijakan pemerintah. (3) Strategi pengembangan wisata edukasi Imah Urang yang ditemukan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga yaitu potensi internal yang terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, fasilitas dan infrastruktur, manajemen dan kelembagaan serta promosi dan pemasaran. Potensi berikutnya adalah potensi eksternal yang terdiri dari dukungan pemerintah dan kebijakan, tren permintaan pasar, kolaborasi dan kemitraan serta kondisi sosial dan budaya. Potensi terakhir adalah potensi produk yang dihasilkan, diantaranya tema edukasi alam, tema edukasi budaya, tema edukasi sosial dan ekonomi serta tema sains dan teknologi.} }