@phdthesis{UNY89765, title = {MODEL WISATA EDUKASI BERBASIS MULTIKULTURAL: INTEGRASI NILAI TOLERANSI DAN PELESTARIAN BUDAYA DI DESA WISATA KREATIF PERDAMAIAN SRUMBUNG GUNUNG}, year = {2025}, author = {F. AFISTA DEBY T}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, keywords = {Model wisata edukasi, multikultural, pendidikan perdamaian, pelestarian budaya, toleransi}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89765/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) potensi Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung; 2) model wisata edukasi berbasis multikultural di Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung; dan 3) faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan model wisata edukasi berbasis multikultural di Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu: 1) pengelola desa wisata: 2) fasilitator wisata edukasi batik ciprat: dan 3) pemerintah desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan peneliti sebagai instrumen utama pengumpulan data. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analsisis data dengan teknik analisis kualitatif (Miles, Huberman, dan Saldana) melalui tahap: pengumpulan data, kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung memiliki beberapa potensi sumber daya yang dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti: a) sumber daya alam; b) sumber daya Sejarah; c) sumber daya kekuatan komunitas local; d) sumber daya budaya; e) sumber daya manusia; dan f) sumber daya buatan. 2) model wisata edukasi berbasis multikultural dapat diketahui dari dimensi penting di dalamnya, seperti: a) integrasi konten; b) mengurangi prasangka; c) pendidikan berkeadilan; d) ruang pendidikan berorientasi pada keberagaman; dan e) proses konstruksi pengetahuan melalui tiga langkah penting yaitu: a) perencanaan; b) pelaksanaan; dan c) evaluasi. 3) Faktor pendukung penerapan model wisata edukasi berbasis multikultural antara lain: a) dukungan penuh dari pemerintah desa; b) sikap terbuka dan partisipasi masyarakat; c) kemampuan pengelola desa wisata menjalin hubungan baik dengan mitra; dan d) adanya sinergi yang baik dari pihak internal pengelola. Faktor penghambatnya antara lain: a) sulitnya menentukan waktu pertemuan; b) kurangnya kedisiplinan dalam menghargai waktu; c) adanya rasa tidak percaya diri dan putus asa menyikapi permasalahan; dan d) kesadaran masyarakat mengenai perannya sebagai pelaku wisata bukan penikmat wisata masih kurang.} }