TY - THES M1 - tesis TI - IMPLEMENTASI DIGITAL DETOX BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DAN EDUKASI BUDAYA DI KAMPUNG LALI GADGET SIDOARJO JAWA TIMUR PB - Fakultas Ilmu Pendidikan Y1 - 2025/// KW - digital detox KW - edukasi budaya KW - kecanduan gadget KW - pendidikan nonformal KW - permainan tradisional A1 - MARPAUNG, ASTINA HOTNAULI N2 - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: 1) perencanaan implementasi digital detox berbasis permainan tradisional dan edukasi budaya yang diterapkan di Kampung Lali Gadget, 2) proses pelaksanaan digital detox berbasis permainan tradisional dan edukasi budaya yang diterapkan di Kampung Lali Gadget, 3) strategi evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan digital detox berbasis permainan tradisional dan edukasi budaya, 4) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengimplementasikan digital detox berbasis permainan tradisional dan edukasi budaya, dan 5) dampak digital detox berbasis permainan tradisional dan edukasi budaya yang diterapkan di Kampung Lali Gadget. Subjek penelitian meliputi pengelola, fasilitator, orang tua, dan anak-anak peserta program. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Kampung Lali Gadget, Desa Pagerngumbuk, Kabupaten Sidoarjo. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1) Founder dan pengurus Kampung Lali Gadget; 2) Fasilitator Kampung Lali Gadget; 3) Pemerintah; 4) Orang tua. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif (Miles & Huberman) dengan tahap: Pengumpulan data, reduksi data,menyajikan data,dan pengambilan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) digital detox di KLG dirancang secara sistematis berdasarkan kebutuhan masyarakat, dipadukan dengan nilai-nilai lokal melalui permainan tradisional dan edukasi budaya. 2) Pelaksanaan program berlangsung dengan dukungan fasilitator, jadwal kegiatan terstruktur, dan lingkungan belajar yang mendukung. 3) Evaluasi dilakukan secara berkala melalui umpan balik peserta dan pengamatan langsung. 4) Faktor pendukung utama adalah peran komunitas dan komitmen fasilitator, sedangkan hambatannya meliputi cuaca, keberlanjutan sumber daya, dan keterbatasan infrastruktur. 5) Program ini berdampak positif terhadap peningkatan interaksi sosial, keterampilan motorik, serta penurunan intensitas penggunaan gawai pada anak-anak. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut program serupa di komunitas lain dengan menyesuaikan konteks lokal. AV - restricted UR - http://eprints.uny.ac.id/89763/ ID - UNY89763 ER -