%A SUGIONO SUGIONO %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pada : 1) konteks, 2) masukan, 3) proses, dan (4) hasil program budidaya ikan air tawar di kelompok usaha budidaya ikan Batobo Desa Sawah. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan ialah CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Subjek penelitian ini adalah pengelola Kelompok Usaha Budidaya Ikan Batobo, pemilik UKM budidaya ikan, dan pembudidaya ikan di Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis melalui Langkah-langkah: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa program terlaksana dengan baik, hal ini dilihat dari beberapa aspek, yaitu: (1) Aspek konteks dikatakan baik, karena program sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Budidaya Ikan sejak dahulu ditekuni oleh masyarakat secara turun temurun, sehingga sumber daya manusia dan sumber daya alam sudah sesuai dan dapat mendukung penyelenggaraan program. Tujuan program sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. (2) Aspek masukan dikatakan baik, karena program telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Latar belakang sumber daya manusia sudah sesuai dengan kompetensi dibidangnya, adanya pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan kepada pengelola program melalui kegiatan pelatihan. Sarana dan prasarana program sudah disediakan untuk menunjang pelaksanaan program. Adanya perencanaan dan relasi untuk mencapai tujuan program. Anggaran dana yang disesuaikan dengan kebutuhan program. (3) Aspek proses dikatakan baik, karena program telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Kegiatan budidaya ikan, kegiatan pelatihan budidaya, dan kegiatan produksi aneka olahan produk ikan di UKM sudah mampu dilaksanakan sesuai rencana awal. Pengelola dan pelaksana program sudah mampu menjalankan tugas sesuai dengan perencanaan. Sarana dan prasarana program kondisinya memadai namun kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Hambatan dalam implementasi program yaitu dari segi finansial terutama untuk meningkatkan fasilitas budidaya. (4) Aspek produk dikatakan baik, karena tujuan program tercapai sesuai rencana awal. Angka pengangguran di Desa Sawah mengalami penurunan 20% selama 1 tahun program dilaksanakan. Kegiatan pelatihan mampu menambah pengetahuan dan keterampilan. Dampak yang dialami masyarakat dari program ialah dapat membuka lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Jumlah produksi ikan mengalami peningkatan, namun terkadang pemasaran produk tenun terkendala akibat persaingan pasar. %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K Evaluasi, program budidaya ikan, pemberdayaan masyarakat. %T EVALUASI PROGRAM BUDI DAYA IKAN AIR TAWAR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT %D 2024 %L UNY89751