eprintid: 89747 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 71521 dir: disk0/00/08/97/47 datestamp: 2026-02-09 01:16:26 lastmod: 2026-02-09 01:36:50 status_changed: 2026-02-09 01:16:26 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: SAWITRI, IIN corp_creators: Universitas Negeri Yogyakarta title: PENGASUHAN ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT YOGYAKARTA ispublished: pub subjects: pend_luar_sekolah divisions: fip_pnf full_text_status: restricted keywords: pengasuhan, kearifan lokal, masyarakat yogyakarta, suku abstract: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kearifan lokal yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta. (2) Mendeskripsikan pengasuhan anak berbasis kearifan lokal yang diterapkan dalam membentuk karakter anak. (3) Mendeskripsikan dan menemukan cara yang dilakukan oleh orangtua dalam proses pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kepada anak. Penelitian kualitatif naturalistik digunakan untuk memperoleh informasi tentang tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini melibatkan tokoh budaya, pelaku budaya, dan keluarga inti yang menerapkan pengasuhan berbasis budaya lokal. Penentuan informan dipilih menggunakan teknik purposive sample dengan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan Forum Group Discussion (FGD). Kebenaran atau keabsahan data dengan melakukan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data penelitian menggunakan analisis naturalistik. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Kearifan lokal yang berkembang di Yogyakarta seperti upacara adat, syukuran, dan kesenian. Ketiga kearifan lokal tersebut berkembang dengan baik katas kerjasama pemerintah dan masyarakat penganutnya dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang menyatu dengan lingkungan, tidak berjarak dengan Tuhan, menghormati leluhur, humanis, meningkatkan semangat gotong royong, dan menghargai setiap proses kehidupan. (2) Pengasuhan yang tercermin pada masyarakat Yogyakarta sesuai dengan kepribadiannya yakni mempersiapkan anak sedini mungkin dengan pondasi penguatan jati diri (tanggung jawab, memiliki hati nurani yang baik, kejujuran, keberanian, kerendahan hati, dan memahami hal dan kewajiban). Jika fondasi tersebut kuat, maka masa depan anak akan terarah dengan baik, lebih menghargai proses dan kebermaknaan daripada hasil. Orangtua bahkan leluhur memiliki peran tertinggi dalam keluarga sebagai orang yang harus di hormati. Ibu adalah pengelola keluarga yang berperan sebagai penggerak, memberikan kehangatan dan memberikan perhatian secara batin maupun sentuhan fisik. Keluarga besar berperan sebagai evaluator dan pemberi saran. (3) Dampak yang diperoleh dari jenis pengasuhan ini: anak diharapkan mampu memaknai setiap aktivitasnya sebagai sebuah proses pendewasaan untuk mengoptimalkan kinerja jiwa, pikiran, dan fisiknya. Jika dihadapkan pada suatu masalah, Ia akan menyelesaikannya secara tuntas. Serta anak memiliki keyakinan yang kuat akan peran dirinya sebagai bagian dari alam. date: 2024 date_type: published institution: Fakultas Ilmu Pendidikan department: Pendidikan Non Formal thesis_type: tesis citation: SAWITRI, IIN (2024) PENGASUHAN ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT YOGYAKARTA. S2 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan. document_url: http://eprints.uny.ac.id/89747/1/fulltext_iin%20sawitri_23011440023.pdf