@phdthesis{UNY89746, year = {2024}, title = {PENERAPAN PARTICIPATORY RURAL APPRISIAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK PETANI TEMBAKAU}, author = {PUTRISIA ROMADHONA}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89746/}, keywords = {participatory rural appraisal, motivasi belajar, motivasi belajar anak, petani tembakau}, abstract = {Penelitian bertujuan untuk 1) Menjelaskan penerapan Participatory Rural Apprasial untuk meningkatkan motivasi belajar anak petani tembakau, 2) mendeskripsikan tahapan perancangan Participatory Rural Appraisal dalam langkah meningkatkan motivasi belajar anak, 3) Mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan motivasi belajar anak petani tembakau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Imaji Sociopreneur yang bermitra dengan SDN Nepen 01 untuk melakukan programnya Imaji Academy. Hasil data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang didapatkan dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penilitian ini yakni triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Pada bagian analisis data menggunakan komponen analisis dengan Kondensasi data, Penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penerapan participatory rural appraisal pada program Imaji Academy menggunakan: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencaan dilakukan dengan identifikasi masalah dan assement bersama stakeholder. Pelaksanaan program dengan memberikan pembelajaran tambahan mengenai minat bakat pada bidang literasi dan agriculture untuk mengantisipasi adanya pekerja anak. Evaluasi dilakukan dengan dua tahap evaluasi awal dan evaluasi akhir. 2) tahapan perancangannya yakni dengan menggunakan a) pemetaan partisipasi, b) Transect Walks, c) Diagram Venn, d) Kalender Musim, e) Forum grup discussion, f) Matriks Prioritas dan Ranking. 3) kelebihan dari program ini motivasi anak lebih meningkat dan mengembangkan minat bakat bidang literasi sedangkan kekurangan program sumber daya pendidikan belum memadai sehingga pembelajaran belum optimal} }