@phdthesis{UNY89735, title = {Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Sarolangun Dengan Dunia Usaha/Dunia Industri.}, school = {Sekolah Pascasarjana}, month = {December}, author = {Yukinta Nasya Berty and Nuryadin Eko Raharjo}, year = {2025}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis program kemitraan SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) di Kabupaten Sarolangun dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) dilihat dari jenis kerja sama, intensitas dan kesinambungan kerja sama serta keterlibatan DUDI dalam proses pembelajaran dan (2) menganalisis implementasi kemitraan ditinjau dari penyelarasan kurikulum, proses pembelajaran, keterserapan lulusan, pengembangan kompetensi guru, pengembangan sarana prasarana, dan luaran kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan angket skala Likert dan didukung data wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data variabel yang diperoleh dari hasil pengukuran selanjutnya diuji secara statistik dan dikategorikan ke dalam berbagai klasifikasi. Subjek penelitian terdiri dari empat SMK penyelenggara kompetensi ATPH, yaitu SMKN 1, SMKN 5, SMKN 7, dan SMKN 12 Sarolangun. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut (1) Pelaksanaan program kemitraan pada indikator jenis kerja sama berada pada kategori terlaksana cukup baik dengan rerata skor 36,76; intensitas dan kesinambungan kerja sama berada pada kategori terlaksana dengan baik pada rerata skor 39,76 dan keterlibatan DUDI dalam proses pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan baik pada rerata skor 17,62. (2) Implementasi kemitraan SMK ATPH dengan DUDI dilihat dari indikator penyelarasan kurikulum berada pada kategori cukup memberikan dampak dengan rerata skor 16,03; proses pembelajaran berada pada kategori memberikan dampak dengan baik pada rerata skor 20,14; keterserapan lulusan berada pada kategori memberikan dampak dengan baik pada rerata skor 23,45; pengembangan kompetensi guru berada pada kategori cukup memberikan dampak dengan rerata skor 16,66; pengembangan sarana prasarana berada pada kategori cukup memberikan dampak dengan rerata skor 15,90 dan luaran kemitraan berada pada kategori cukup memberikan dampak dengan rerata skor 9,79.}, keywords = {ATPH, DU/DI, Kemitraan, Pendidikan vokasi, SMK}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89735/} }