@phdthesis{UNY89732, year = {2025}, author = {Simon Sirene Sau and Putu Sudira}, month = {November}, school = {Sekolah Pascasarjana}, title = {Transformasi dan Pola Akulturasi Budaya dalam Mengembangkan Sklil Hidup Sejahtera di Kampung Sumber Harapan Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan.}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89732/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi budaya antara suku Nusa Tenggara Timur (NTT) dan suku Jawa di Kampung Sumber Harapan, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Secara spesifik, penelitian ini berupaya mengidentifikasi pengaruh transformasi budaya tersebut terhadap pengembangan keterampilan kejuruan dan keterampilan hidup sejahtera. Selain itu, penelitian ini juga akan menggali kendala dan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses pendidikan dan pelatihan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan lokal, serta mengeksplorasi potensi budaya lokal sebagai dasar program pengembangan pendidikan kejuruan yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, dan menyusun rekomendasi terkait program tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang berfokus pada pengumpulan dan deskripsi data dalam bentuk kata-kata. Lokasi penelitian adalah Kampung Sumber Harapan, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dengan waktu pelaksanaan selama enam bulan. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 narasumber dari masyarakat setempat, observasi langsung (peneliti adalah warga kampung sejak tahun 1987), dan dokumentasi, serta data sekunder dari studi pustaka seperti buku dan jurnal. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berlangsung secara sirkuler selama penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa akulturasi budaya telah menjadi modal sosial dalam pengembangan pendidikan vokasional berbasis lokal, dengan integrasi nilai-nilai budaya, teknologi tepat guna, serta pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman (experiential learning). Kolaborasi lintas-etnis ini membuka ruang bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah multikultural seperti Papua Selatan, menjadikan akulturasi bukan sekadar integrasi budaya, tetapi juga strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.}, keywords = {Transformasi, Akulturasi budaya, dan Skill Hidup Sejahtera} }