@phdthesis{UNY89690, title = {PROFIL KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI PESANTREN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA}, year = {2025}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, author = {RISHA ASTIANI}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kekerasan terhadap perempuan di pesantren Daerah Istimewa Yogyakarta. Profil kekerasan terhadap perempuan di pesantren yang digambarkan antara lain (1) bentuk kekerasan, (2) intensitas kekerasan, (3) peran dalam kekerasan, (4) upaya penanggulangan kekerasan, dan (5) kasus cyberbulling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan untuk 461 pesantren yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan responden seluruh santri perempuan yang menetap di pesantren tersebut. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sample random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 377 santri perempuan berdasarkan persamaan Issac dan Michael. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran instrumen penelitian berupa angket skala likert. Uji validitas terhadap instrumen yang digunakan melalui dua tahap, yaitu uji validitas isi dengan uji Aiken serta uji validitas faktor dengan uji eksploratori instrumen. Uji eksplorator instrumen menunjukkan nilai KMO sebesar 0,812 yang berarti jumlah sampling yang digunakan dalam uji instrumen sudah sesuai, serta hasil Bartlett?s test menunjukkan nilai sig. 0,000 sehingga dapat dinyatakan bahwa setiap butir soal instrumen bersifat independen. Reliabilitas instrumen penelitian juga telah menunjukkan nilai sebesar 0,876 sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen telah reliabel. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) bentuk kekerasan terhadap perempuan di Pesantren DIY yaitu kekerasan fisik melalui tindakan memukul, kekerasan verbal melalui bentakan, kekerasan psikis melalui penyebaran gosip, dan kekerasan seksual melalui komentar bagian tubuh tertentu. (2) Intensitas kekerasan terhadap perempuan di pesantren DIY ditunjukkan melalui tingkat keseringan yaitu 1\% selalu dan 26\% setidaknya satu kali mengalami kekerasan fisik, 1\% selalu dan 28\% setidaknya satu kali mengalami kekerasan verbal, 1\% selalu dan 24\% setidaknya satu kali mengalami kekerasan psikis, dan 11\% santri setidaknya satu kali pernah mengalami kekerasan seksual. (3) Peran dalam kekerasan yang pernah dialami santri perempuan di pesantren DIY antara lain pelaku kekerasan (7\%), korban kekerasan (13\%), provokator kekerasan (16\%), defender kekerasan (61\%), dan outsider kekerasan (36\%). (4) Upaya penanggulangan kekerasan terhadap perempuan di pesantren Daerah Istimewa Yogyakarta berupa teguran, dukungan, upaya penghentian, pemberian sanksi, serta edukasi mengenai kekerasan terhadap perempuan di pesantren. (5) Cyberbullying pernah dialami oleh 7\% santri perempuan di pesantren DIY dalam bentuk pesan ancaman, komentar menyinggung tubuh, penyebaran gosip atau berita tidak benar, serta pengucilan dalam berkomunikasi melalui media sosial.}, url = {http://eprints.uny.ac.id/89690/}, keywords = {Kekerasan, Perundungan, Pesantren, Perempuan.} }