%L UNY89681 %A Fahrozi Ar-Raafi’ %D 2025 %X Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses advokasi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data diperoleh melalui teknik snowball sampling, melibatkan informan dari berbagai pemangku kepentingan, yaitu Kepala Seksi Bidang Pendidikan Khusus Dinas Dikpora DIY, Pelaksana advokasi, DPRD DIY Komisi D, Lurah Nglipar, Kepala Sekolah, Guru SLB Putera Sejalan Nglipar, dan Orang tua ABK. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumen, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan pattern matching dan explanation building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses advokasi pendidikan berkebutuhan khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik khas. komponen implementasinya meliputi: (a) standar dan tujuan advokasi memastikan aksesibilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, (b) sumber daya dari Dinas Dikpora dan DPRD Komisi D DIY (c) komunikasi efektif dalam mengkoordinasi berbagai pihak, (d) interaksi organisasi DPRD, Kepala Sekolah, serta SLB dan Pemerintah kalurahan (e) tim pelaksana dibentuk melalui pengkajian ulang perencanaan serta penyusunan panduan kegiatan, dan (f) advokasi pendidikan ABK dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, politik, serta kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan organisasi. Adapun proses advokasi yang ditemukan meliputi: (1) Identifikasi Isu (2) Riset dan Analisis Konteks (3) Penetapan Tujuan (4) Identifikasi Target Advokasi (5) Pembangunan Jaringan dan Koalisi (6) Perancangan Pesan Advokasi (7) Strategi Komunikasi Publik (8) Evaluasi dan Penyesuaian Strategi (a) jenis proses yaitu sosialisasi dan mobilisasi serta politik dan birokrasi yang teritegrasi, (b) elemen advokasi berupa perubahan sosial dan permberdayaan masyarakat, (c) strategi advokasi mikro meliputi sosialisasi, dan kesadaran masyarakat, sedangkan advokasi mezzo meliputi kolaborasi dan pengaruh terhadap kebijakan, dan (d) peran advokasi membuka akses pendidikan bagi ABK; 2) dampak advokasi meliputi: (a) perluasan akses pendidikan bagi ABK, (b) kesadaran dan inisiatif, dan (c) mendorong lahirnya kebijakan; dan 3) tantangan advokasi terdiri dari perubahan kebijakan akibat dinamika politik dan distorsi informasi yang tidak akurat di media sosial. %T Advokasi Pendidikan Berkebutuhan Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K advokasi, kebijakan pendidikan, pendidikan anak berkebutuhan khusus