%0 Thesis %9 S2 %A Setyawan, Rifqi Nur %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Teknologi Pembelajaran %D 2025 %F UNY:89599 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K ADDIE, LMS, teknik instruksional, motivasi belajar, Program PEKERTI %T PENGEMBANGAN LMS GLACIER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR TEKNIK INSTRUKSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR PROGRAM PEKERTI DI UNY %U http://eprints.uny.ac.id/89599/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LMS Glacier yang digunakan sebagai media pembelajaran daring untuk meningkatkan keterampilan dasar teknik instruksional dan motivasi belajar peserta Program PEKERTI di UNY. Permasalahan yang mendasari pengembangan ini antara lain LMS Glacier yang telah ada belum mampu mengelola konten dan proses evaluasi secara optimal, tidak mendukung sistem penilaian terstruktur, serta belum efektif dalam mendorong motivasi belajar peserta. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan LMS yang layak, praktis, dan efektif sesuai dengan kebutuhan pelatihan dosen pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah peserta Program PEKERTI. Instrumen pengumpulan data mencakup angket validasi ahli, angket kepraktisan pengguna, soal pretest dan posttest untuk keterampilan dasar teknik instruksional, serta angket motivasi belajar. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap seluruh instrumen, dan data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif, Uji-t berpasangan, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS Glacier yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik. Hasil validasi dua ahli materi menyatakan produk sangat layak digunakan dengan persentase 94%. Validasi dari dua ahli media menunjukkan persentase 93,57%. Uji kepraktisan terhadap kelompok kecil sebanyak 10 responden persentase 92%, yang menunjukkan bahwa LMS Glacier sangat praktis digunakan. Pada tahap implementasi lapangan dengan 25 peserta, hasil uji-t menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan dasar teknik instruksional dan motivasi belajar. Nilai signifikansi (p) untuk kedua aspek berada di bawah 0,05. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional berada pada kategori sedang (0,62) dan peningkatan motivasi belajar juga berada pada kategori sedang (0,68), sehingga LMS Glacier dinyatakan cukup efektif. Produk akhir yang dihasilkan adalah LMS Glacier yang dilengkapi fitur materi pembelajaran, evaluasi otomatis, sistem gamifikasi, dan forum komunitas. Produk ini mengintegrasikan teori desain instruksional, teori belajar konstruktivistik, teori pembelajaran mandiri (selfdirected learning), dan teori motivasi ARCS. LMS Glacier mendukung pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan berorientasi pada ketercapaian kompetensi peserta. Hasil pengembangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif model pembelajaran daring yang efektif dalam Program PEKERTI maupun pelatihan sejenis di perguruan tinggi lain.