%0 Thesis %9 S2 %A RABUANDIKA, ANDI %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Teknologi Pembelajaran %D 2024 %F UNY:89509 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K belajar mandiri (self-directed learning), teknologi artificial intelligence (AI), pengalaman, kesadaran %T PENGALAMAN BELAJAR MANDIRI (SELF DIRECTED LEARNING) MELALUI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DI KALANGAN MAHASISWA MAGISTER UNY %U http://eprints.uny.ac.id/89509/ %X Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi pengalaman dan kesadaran belajar mandiri (self-directed Learning) melalui teknologi Artificial Intellegence yang dialami oleh mahasiswa Magister UNY. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi Moustakas. Subjek penelitian adalah 9 mahasiswa Magister UNY. Data dikumpulkan selama dua bulan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahapan Moustakas yaitu horizonalisasi, cluster of meaning (textural description & structural description dan essence description. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa 1) Pengalaman belajar mandiri (selfdirected learning) melalui teknologi AI terbukti efektif dalam membantu mahasiswa khususnya mahasiswa Magister UNY untuk memahami konsep-konsep kompleks dan memfasilitasi pembelajaran yang dipersonalisasi. Hasil temuan ini dimulai dari interaksi dengan teman dan perasaan kebingungan, yang kemudian difasilitasi oleh teknologi AI untuk membantu mahasiswa mengatasi tantangan dan memperdalam belajar mandiri (self-directed learning) mereka. 2) Kesadaran mahasiswa Magister UNY terhadap proses belajar mandiri (self-directed learning) melalui teknologi AI menunjukkan adanya pemahaman terhadap manfaat dan tantangan penggunaan teknologi ini. Mahasiswa Magister UNY menyadari tantangan seperti aksesibilitas, keakuratan informasi, kredibilitas, dan keterbatasan konten, namun mereka masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya keterampilan berpikir kritis dalam mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, cara belajar mahasiswa masih bersifat pragmatis belum bersifat idealistik. 3) Makna yang terungkap dalam penelitian ini yaitu makna kesadaran mahasiswa dalam belajar mandiri (self-directed learning) melalui teknologi AI, makna negatif dan positif serta makna terhadap masa depan pembelajaran. Positifnya, AI memungkinkan pembelajaran yang fleksibel, umpan balik langsung, dan pengembangan keterampilan kritis. Negatifnya, menimbulkan kekhawatiran terhadap ketergantungan berlebihan yang bisa mengurangi kemampuan berpikir kritis, serta masalah seperti konten tidak etis, kesenjangan digital, dan privasi. Penting bagi mahasiswa untuk memahami kelebihan dan kekurangan teknologi ini, mengembangkan keterampilan digital untuk tidak terlalu bergantung pada AI. Makna terhadap masa depan pembelajaran pendidik juga perlu beradaptasi dengan teknologi dan tetap berfungsi sebagai fasilitator dan motivator untuk pengalaman belajar yang menyeluruh.