%0 Thesis %9 S2 %A HANDOKO, WAHYUDA DWI %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Anak Usia Dini %D 2022 %F UNY:89442 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K guru laki-laki, motivasi, anak usia dini %T MOTIVASI GURU LAKI-LAKI MENGAJAR DI PAUD %U http://eprints.uny.ac.id/89442/ %X Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang motivasi guru laki-laki mengajar di PAUD. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang pengalaman guru laki-laki yang mengajar di PAUD serta manka pengalaman yang memotivasi guru laki-laki untuk mengajar di PAUD dan nilai yang dapat menjadi faktor untuk memotivasi guru laki-laki mengajar di PAUD. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di kota Pontianak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa hasil wawancara dengan guru laki-laki dan kepala sekolah mengenai pengalaman mengajar dan motivasi guru laki-laki untuk mengajar di PAUD, observasi serta dokumentasi yang dilakukan kepada guru laki-laki ketika di sekolah. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta pedoman wawancara. Teknik analisis data penelitian ini ialah menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman mengajar guru laki-laki seperti masa kerja, yang terlihat pada kelompok pengalaman mengajar lama dan sedang. kesulitan yang dialami ketika mengajar seperti anak yang aktif, anak baru masuk sekolah yang memiliki kecemasan saat berpisah dengan orangtua, ketidaksesuaian rasio anak dan guru, peran yang dilakukan oleh guru selama mengajar dilembaga PAUD seperti, peran guru laki-laki kepada anak seperti teman bagi anak, teladan bagi anak, figur ayah disekolah, idola bagi anak dan pelatih. Sedangkan dengan guru perempuan seperti layaknya ayah, penasehat, pemberi solusi, panutan, pembimbing, teman bertukar pendapat dan menangani pekerjaan laki-laki. Makna pengalaman yang dapat memotivasi guru laki-laki mengajar di PAUD seperti ditolak saat melamar pekerjaan, memenuhi kebutuhan hidup, perilaku anak zaman sekarang yang tidak baik, teman laki-laki yang mengajar di lembaga PAUD, pekerjaan tetap dan kekurangan. minat laki-laki untuk mengajar di PAUD. Sedangkan motivasi mengajar guru laki-laki di lembaga PAUD seperti cita-cita menjadi guru, panggilan jiwa untuk mengajar, kehidupan yang lebih baik, lingkungan yang baik, menjadikan landasan awal bagi anak, mencetak anak yang berakhlak mulia, membantu masyarakat yang kurang mampu, menunjukkan bahwa guru laki-laki mampu mengajar anak usia dini. Sedangkan motivasi dalam hierarki kebutuhan Maslow termasuk ke dalam tingkat harga diri. Nilai yang dapat menjadi faktor untuk memotivasi guru laki-laki mengajar di PAUD seperti faktor internal cita-cita sebagai guru, memenuhi kebutuhan hidup, exis, panggilan jiwa, senang dengan anak, untuk menjadikan hidup lebih baik, tertantang untuk mencoba dan mencari pengalaman. Sedangkan motivasi dalam hierarki kebutuhan Maslow termasuk ke dalam tingkat harga diri. Sedangkan untuk faktor eksternal adalah perlakuan sesama guru, kondisi lingkungan dan gaji. Sedangkan opini negatif masyarakat tentang guru laki-laki yang mengajar di lembaga PAUD dapat menjadi faktor yang memotivasi guru laki-laki untuk mengajar di PAUD, dikarenakan dengan opini negatif masyarakat tersebut dapat dijadikan sebagai penyemangat dan motivasi dalam mengajar di lembaga PAUD serta juga untuk menunjukkan bahwa guru laki-laki dapat mengajar di lembaga PAUD. diharapkan bagi pihak yang berkaitan dengan pendidikan, hendaknya membuat suatu forum atau organisasi yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya guru laki-laki d PAUD.