%0 Thesis %9 S2 %A Maladewi, Nur %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Manajemen Pendidikan %D 2025 %F UNY:89364 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K angkatan 1 kota batam, kurikulum merdeka, manajemen mutu pendidikan, sekolah penggerak, pendekatan SMART %T MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PADA PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK ANGKATAN 1 KOTA BATAM %U http://eprints.uny.ac.id/89364/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen mutu pendidikan yang terdiri dari 1) perencananaan mutu, 2) pelaksanaan mutu, 3) evaluasi mutu dan 4) tindakan berdasarkan hasil evaluasi mutu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis 5) faktor pendukung, 6) faktor penghambat dan 7) dampak yang terjadi pada program sekolah penggerak angkatan 1 Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi multi kasus. Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Penggerak Angkatan 1 Kota Batam sebanyak 22 sekolah dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Uji keabsahan data dalam penelitian ini memiliki kriteria: kreadibilitas, transfermabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis data kualitatif induktif. Hasil penelitian terhadap sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 di Kota Batam, ditemukan bahwa manajemen mutu pendidikan telah dilaksanakan secara sistematis melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mutu berbasis data dan partisipatif telah diimplementasikan secara konsisten dengan pendekatan SMART, sementara pelaksanaan mutu menunjukkan variasi strategi sesuai konteks masing-masing sekolah, termasuk penerapan Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, dan pemanfaatan teknologi. Evaluasi mutu dilakukan secara komprehensif melalui asesmen, observasi, dan refleksi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan peningkatan kompetensi guru, penyempurnaan metode pembelajaran, dan penguatan sarana. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen mutu didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi dengan stakeholder, serta pemanfaatan teknologi dan kebijakan pemerintah, meskipun dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan birokrasi yang kaku. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah memperkuat kapasitas perencanaan berbasis data, memperluas pelatihan guru, meningkatkan efektivitas evaluasi mutu, serta membangun sistem tindak lanjut yang terstruktur dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan secara holistik dan kontekstual.