%L UNY88937 %K konservasi lingkungan, pengembangan instrumen, explanatory sequential mixed method %A Nuri Dewi Muldayanti %A Harun Harun %I Sekolah Pascasarjana %X Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan konstruk instrumen kemampuan konservasi lingkungan siswa, 2) Menghasilkan instrumen kemampuan konservasi lingkungan siswa yang berkualitas 3) Mengidentifikasi dan memetakan tingkat kemampuan konservasi lingkungan siswa (tinggi, sedang dan rendah), 4) Menguji kepraktisan instrumen kemampuan konservasi lingkungan siswa dan 5) Menggali aspek-aspek yang paling dominan memengaruhi kemampuan konservasi lingkungan siswa SMP di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain explanatory sequential mixed method (kuantitatif → kualitatif). Tahap penelitian kuantitatif melibatkan 250 siswa SMP di Kalimantan Barat pada uji coba skala terbatas, 350 siswa pada uji coba skala luas dan 885 siswa pada tahap implementasi. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket, dan tes. Validitas isi diuji dengan Aiken’s V melibatkan 7 ahli, sementara analisis Exploratory Factor Analysis (EFA) dilakukan menggunakan software JASP untuk hasil uji skala terbatas dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan software SEM-CFA untuk hasil uji skala luas. Reliabilitas diestimasi menggunakan McDonald’s Omega. Data yang diperoleh berdasarkan tahap pengukuran kemampuan konservasi lingkungan dianalisis secara deskriptif dan multivariat dengan PLS-SEM. Tahap kualitatif melibatkan siswa berdasarkan kategori kemampuan konservasi, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dihasilkan konstruk instrumen penilaian kemampuan konservasi lingkungan siswa SMP dengan tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (2) instrumen yang dihasilkan memiliki kualitas baik berdasarkan validitas isi, validitas konstruk, dan reliabilitas, sehingga layak digunakan; (3) kemampuan konservasi siswa ditunjukkan oleh rata-rata pengetahuan 67,22 (kategori sedang), sikap 89,15 (kategori tinggi), dan keterampilan 52,06 (kategori rendah). Temuan kualitatif mengungkap bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memiliki pemahaman konsep yang kuat, sikap peduli, dan keterlibatan aktif dalam praktik konservasi, sedangkan siswa dengan kemampuan rendah cenderung pasif karena keterbatasan informasi, pembiasaan, dan dukungan lingkungan; (4) instrumen yang dihasilkan praktis digunakan dalam penilaian; dan (5) aspek yang paling dominan memengaruhi kemampuan konservasi adalah pengetahuan, sementara sikap memerlukan penguatan melalui pengalaman konkret agar dapat mendukung pengembangan keterampilan secara lebih signifikan. %T Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Konservasi Lingkungan Siswa SMP di Provinsi Kalimantan Barat Menggunakan Explanatory Sequential Mixed Method. %D 2025