%0 Thesis %9 S3 %A Setiaji, Rony Siswo %A Iswahyudi, Iswahyudi %B Ilmu Pendidikan %D 2025 %F UNY:88848 %I Sekolah Pascasarjana %K model pembelajaran, creativepreneur, seni budaya, kreativitas %T Pengembangan Model Pembelajaran Creativepreneur Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik. %U http://eprints.uny.ac.id/88848/ %X Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan model pembelajaran Creativepreneur pada mata pelajaran seni budaya untuk meningkatkan kreativitas peserta didik, (2) mengetahui kelayakan model yang dikembangkan, (3) mengetahui kepraktisan model yang dikembangkan, dan (4) mengetahui keefektifan model yang dikembangkan. . Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model research and development Borg and Gall yang mencakup 10 tahapan. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang pendidik dan 164 peserta didik dari 4 sekolah di kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kevalidan model pembelajaran melibatkan 2 ahli materi dan 2 ahli model pembelajaran yang dianalisis menggunakan analisis V Aiken’s. Kepraktisan model pembelajaran dilihat dari respon pendidik dan respon peserta didik. Efektivitas model pembelajaran pada skala terbatas dan skala besar menggunakan analisis uji paired sample t-test, sementara untuk skala luas menggunakan analisis uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Model pembelajaran Creativepreneur yang dikembangkan terdiri atas lima tahapan, yaitu: (a) tahap pendahuluan, (b) tahap pengembangan ide dengan mind mapping, (c) tahap pelaksanaan proyek dan monitoring, (d) tahap penilaian proyek, dan (e) tahap evaluasi proses. Model ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dalam mata pelajaran seni budaya. (2) Hasil validasi dari dua ahli materi dan dua ahli model pembelajaran menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan nilai V Aiken’s > 0,90. (3) Kepraktisan model berdasarkan uji coba skala luas tergolong sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dari respon pendidik di dua sekolah yang mencapai 95% dan 94%, serta respon peserta didik sebesar 84,51% dan 84,78%. (4) Hasil analisis efektivitas menggunakan Mann-Whitney U Test pada uji coba skala luas menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran Creativepreneur dinyatakan efektif dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model pembelajaran berbasis proyek dengan keterampilan berpikir kreatif dan entrepreneurship. Tahapan mind mapping membantu peserta didik dalam mengeksplorasi ide kreatif sesuai tema budaya lokal dan tren pasar, hasil pembelajaran mendorong terciptanya karya seni yang tidak hanya estetik, tetapi juga memiliki nilai tambah dan berdaya jual. Dengan pendekatan ini, peserta didik dipersiapkan menjadi kreator, inovator, sekaligus calon wirausaha kreatif yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri kreatif.