%0 Thesis %9 S3 %A Raharjo, Heru %A Sofyan, Herminarto %B Pendidikan Teknologi dan Kejuruan %D 2025 %F UNY:88435 %I Sekolah Pascasarjana %K technopreneurship skill, pendidikan technopreneurship, growth mindset, modal psikologis, modal sosial, modal digital, modal manusia. %T Model Struktural Technopreneurship Skill Siswa SMK Program Keahlian Teknik Otomotif. %U http://eprints.uny.ac.id/88435/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan model struktural technopreneurship skill siswa SMK Teknik Otomotif, 2) menguji pengaruh antara variabel pendidikan technopreneurship, growth mindset, modal psikologis, modal sosial, modal digital, dan modal manusia terhadap technopreneurship skill siswa SMK Teknik Otomotif, 3) mengembangkan model konseptual pendidikan technopreneurship di SMK Teknik Otomotif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian campuran sekuensial eksplanatori (Sequential Explanatory Mix-Method). Metode kuantitatif bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model struktural serta menguji hipotesis penelitian. Metode kualitatif bertujuan untuk memperdalam temuan unik dari hasil penelitian kuantitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dari 300 siswa SMK Teknik Otomotif melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Tahap kualitatif dilakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan terpilih untuk menafsirkan temuan statistik yang dianggap unik. Hasil temuan penelitian: 1) pengembangan model struktural techopereneurship skill siswa SMK Teknik Otomotif terbukti secara empiris dan memenuhi persyaratan evaluasi model pengukuran, evaluasi model struktural, dan evaluasi kecocokan model dengan nilai SRMR 0.07 (good fit), NFI 0.83 (acceptable fit), d_ULS 2.06 (fit), dan d_G 0.82 (fit). 2) Pengaruh langsung dan mediasi antar variabel menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Pendidikan technopreneurship berpengaruh signifikan terhadap growth mindset, yang selanjutnya memediasi pengaruh terhadap modal psikologis, modal digital, dan modal manusia. Ketiga modal tersebut juga terbukti memiliki kontribusi signifikan terhadap technopreneurship skill siswa. Temuan unik dalam penelitian ini adalah modal sosial tidak berpengaruh secara langsung maupun mediasi terhadap pembentukan technopreneurship skill siswa. Hasil eksplorasi kualitatif memperkuat bahwa pendidikan technopreneurship yang dikembangkan secara sistemik dan kontekstual serta didukung oleh penguatan growth mindset dan modal internal siswa merupakan determinan penting dalam menumbuhkan technopreneurship skill siswa. Hasil ini juga merekomendasikan penguatan modal sosial siswa dengan berbagai program. 3). Model konseptual pendidikan technopreneurship di SMK Teknik Otomotif yang dikembangkan adalah Model Go-HeruFitta yang mewakili dimensi kunci Growth Mindset Oriented (GO), modal psikologi: Hope, Efficacy, Resilience, Optmism (HERU), modal sosial: Friendship and Interaction (FI), modal digital: Technology (T), dan modal manusia: Talent Adaptability (TA).