<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "Ajaran Ngelmu Rasa Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri \r\nSultan Hamengku Bawono Ka-10 dalam Perspektif Hermeneutik"^^ . "Penelitian ini bertujuan mengungkap (1) ajaran ngelmu rasa dalam tari \r\nBedhaya Mintaraga, (2) relevansi dan transformasi ajaran ngelmu rasa untuk \r\nmasyarakat, (3) potensi Tari Bedhaya Mintaraga sebagai media pepeling atau \r\npiwulang, dan (4) harapan Ngersa Dalem dengan pementasan Tari Lenggahing \r\nHarjuno\r\nPenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersandar pada \r\nhermeneutik Hans George Gadamer. Sumber datanya adalah Tari Bedhaya \r\nMintaraga yang dipentaskan di Bangsal Kepatihan dalam rangka Catur Sagatra \r\ntanggal 22 Juli 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, \r\ndan dokumentasi. Wawancara yang utama adalah dengan Ngersa Dalem Sri Sultan \r\nHamengku Bawono Ka-10 selaku koreografer dan mengamati video pementasan \r\nTari Bedhaya Mintaraga. Kredibilitas data diperoleh dengan ketekunan \r\npengamatan, triangulasi metode dan triangulasi sumber serta kecukupan referensi. \r\nKeabsahan data dilakukan dengan credibility, transferability, dependability, \r\nconfirmability, dan authenticity. Analisis data dilakukan dengan menggunakan \r\nhermeneutika fenomenologis, yaitu: koherensi, kekomprehensifan, penetrasi, \r\nketepatan, dan kontekstualitas. \r\nHasil penelitian menunjukkan: (1) Ajaran ngelmu rasa dalam tari Bedhaya \r\nMintaraga adalah mesu budi yaitu pengendalian diri dari hawa nafsu yang berasal \r\ndari sembilan lubang yang ada di tubuh manusia. (2). Relevansi dan transformasi \r\najaran ngelmu rasa untuk masyarakat. Relevansi adalah agar bersabar, Sedangkan \r\ntransformasinya adalah dengan mempertimbangkan terlebih dahulu perbuatan yang \r\nakan dilakukan. (3).Tari Bedhaya Mintaraga sebagai media pepeling atau piwulang\r\ntentang sangkan paraning dumadi dan manunggaling kawula gusti, yang juga \r\ntersirat di dalam tembang macapat, pitutur luhur, dan filosofi arti bangunan Kraton \r\nYogyakarta. (4) Harapan Ngersa Dalem dengan pementasan Tari Lenggahing \r\nHarjuno (a) catur sagatra, dapat mengumpulkan kembali empat kerajaan Islam \r\nMataram Sagatra menjadi Sagotrah, (b) Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat \r\ndiharapkan dapat menjaga nilai rasa, dengan bersikap ririh (hati-hati, mawas diri), \r\nrereh (sabar, mampu mengekang diri), ruruh (tenang), sumarah (pasrah), lila \r\nlegawa (tulus ikhlas), dan menep (mampu mengendalikan diri, tenang), (c) karya￾karya beliau selanjutnya bisa lebih transenden lagi. Novelty di dalam penelitian ini \r\nmeliputi: penokohan peran, aktualisasi diri, kepemimpinan, kain kampuh, pusaka, \r\niringan bernada slendro, monggang, pematangan jiwa, dan manusia ideal Jawa."^^ . "2025-02-09" . . . "Sekolah Pascasarjana"^^ . . . "Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana"^^ . . . . . . . . . . . . "Marwanto"^^ . "Marwanto"^^ . "Marwanto Marwanto"^^ . . "Suwardi"^^ . "Suwardi"^^ . "Suwardi Suwardi"^^ . . . . . . "Ajaran Ngelmu Rasa Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri \r\nSultan Hamengku Bawono Ka-10 dalam Perspektif Hermeneutik (Text)"^^ . . "HTML Summary of #88256 \n\nAjaran Ngelmu Rasa Tari Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri \nSultan Hamengku Bawono Ka-10 dalam Perspektif Hermeneutik\n\n" . "text/html" . . . "Sejarah Umum"@en . . . "Pendidikan (Umum)"@en . .