%X Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan kerangka konseptual model siklus belajar 6E berbasis STEMS, (2) menguji kelayakan model yang dihasilkan tersebut, (3) menguji kepraktisan kualitas model yang dihasilkan tersebut, dan (4) menguji efektivitas model yang dihasilkan tersebut dalam meningkatkan kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi. Penelitian ini merupakan research and development yang menghasilkan produk berupa model belajar matematika dan perangkatnya yang dikembangkan sistematis dengan tahapan ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Desain penelitian pre-experimental adalah dengan bentuk one group pretest posttest design. Analisis kebutuhan menggunakan survei, dokumentasi, dan pedoman wawancara. Uji kelayakan model pembelajaran menggunakan skala penilaian, dengan melibatkan para ahli dalam ilmu pendidikan, pembelajaran matematika, materi matematika, desain pembelajaran, desain intruksi pembelajaran, dan teknologi pembelajaran matematika. Tahap uji coba melibatkan guru dan peserta didik kelas X dan XI dari 12 sekolah jenjang SMA di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Uji kepraktisan model pembelajaran menggunakan lembar observasi serta angket, dan uji keefektifan model pembelajaran menggunakan tes kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi serta angket metakognisi. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial. Temuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Model siklus belajar 6E berbasis STEMS yang dihasilkan terdiri atas buku model (panduan) yang memuat sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan dampak pengiring dengan perangkat pendukung model berupa modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), media pembelajaran dan instrumen penilaian. (2) Model yang dihasilkan tersebut valid digunakan untuk peningkatan kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi, dengan kriteria kevalidan buku model pembelajaran (panduan), modul ajar, LKPD, dan instrumen penilaian dalam kategori valid dan sangat valid. (3) Model yang dihasilkan tersebut praktis digunakan untuk pengembangan kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi peserta didik berdasarkan kepraktisan keterlaksanaan pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran dengan kategori praktis dan sangat praktis. (4) Model yang dihasilkan tersebut efektif digunakan untuk peningkatan kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi peserta didik X maupun kelas XI. Peningkatan keefektifan model dilihat berdasarkan perbandingan hasil rata-rata nilai kuis (prestest) dengan hasil ulangan harian (posttest). %L UNY88255 %K berpikir komputasi, kemampuan metakognisi, model siklus belajar 6E berbasis STEMS. %T Pengembangan Model Siklus Belajar 6E (Engage, Explorate, Explain, Elaborate, Evaluate & Examine-Reflect) Berbasis STEMS untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi dan Berpikir Komputasi. %A Ati Lasmanawati %A Heri Retnawati %I Sekolah Pascasarjana %D 2025