<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "Pengaruh Latihan Plyometric Split Squat Jump dan Single Leg Hop terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Pencak Silat"^^ . "enelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh latihan plyometric split squat jump dan single leg hops terhadap kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat. (2) Perbedaan pengaruh antara atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan tendangan sabit. (3) Interaksi antara latihan split squat jump dan single leg hops dengan daya ledak otot tungkai (tinggi dan rendah) terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat.\r\nJenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet UKM Pencak Silat UNY yang berjumlah 50 atlet. Kemudian, sebanyak 38 atlet diperoleh dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu atlet pencak silat berjenis kelamin laki-laki usia 19-22 tahun, memiliki pengalaman bertanding tingkat Kab/Kota pada kategori tanding, tidak dalam keadan sakit, bersedia menjadi subjek penelitian dan mengikuti treatment latihan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai menggunakan standing broad jump test dan mengukur kecepatan tendangan sabit dengan tes kecepatan tendangan sabit selama sepuluh detik. Kemudian, teknik analisis data menggunakan two-way ANAVA dengan taraf signifikansi = 0,05.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh latihan split squat jump dan single leg hops terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 4.900 dan nilai signifikansi P sebesar 0,042 < 0,05. Kelompok yang menjalani latihan single leg hops lebih baik dibandingkan dengan kelompok latihan split squat jump, dengan selisih rata-rata kedua kelompok sebesar 0,7 m/s. (2) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara daya ledak otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 4.900 dan nilai signifikansi P sebesar 0,042 < 0,05. Atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi lebih baik dibandingkan dengan atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai rendah, dengan selisih rata-rata sebesar 0,7 m/s. (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara latihan plyometric split squat jump dan single leg hops dengan daya ledak otot tungkai (tinggi dan rendah) terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 12,100 dan nilai signifikansi P sebesar 0,003 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok latihan split squat jump lebih efektif digunakan untuk atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai rendah dan kelompok latihan single leg hops lebih efektif digunakan untuk atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi."^^ . "2025-01-30" . . . "Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan"^^ . . . "Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan"^^ . . . . . . . . . "Alvia"^^ . "Ahmad"^^ . "Alvia Ahmad"^^ . . "Prof. Dr. Yudik Prasetyo, M.Kes."^^ . . . . . . . "Pengaruh Latihan Plyometric Split Squat Jump dan Single Leg Hop terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Pencak Silat (Text)"^^ . . . "fulltext_alvia ahmad_23060540018.pdf"^^ . . "HTML Summary of #87749 \n\nPengaruh Latihan Plyometric Split Squat Jump dan Single Leg Hop terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Pencak Silat\n\n" . "text/html" . . . "Olahraga" . .