TY  - THES
N2  - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan
keuangan di Kabupaten Bantul dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah
jika dilihat dari: (1). Rasio Kemandirian, (2). Rasio Derajat Desentralisasi fiskal,
(3). Rasio Indeks Kemampuan rutin, (4). Rasio Keserasian, (5). Rasio
Pertumbuhan.
Penelitian dilaksanakan di DPKAD Kabupaten Bantul. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan
kepustakaan. Teknik analisis data meliputi: (1). Rasio Kemandirian yang
menggambarkan tingkat ketergantungan pemerintah daerah pada dana ekstern,
(2). Rasio Derajat desentralisasi fiskal yang menggambarkan kemampuan
pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli daerah guna membiayai
pembangunan, (3). Rasio Indeks Kemampuan Rutin yang menggambarkan
besarnya kemampuan pemerintah daerah untuk membiayai pengeluaran rutin, (4).
Rasio keserasian yang menggambarkan keseimbangan antara alokasi dana pada
belanja rutin dan belanja pembangunan, (5). Rasio Pertumbuhan yang
menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan
keberhasilan yang dicapai dari periode ke periode lainnya.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai
berikut: (1). Rasio Kemandirian rata-ratanya sebesar 8.79% masih berada diantara
0%-25% yang berarti kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam
mendukung pelaksanaan otonomi daerah masih sangat kurang, (2) Rasio Derajat
Desentralisasi Fiskal pada pemerintahan Kabupaten Bantul masih dalam skala
antara 0%-10% yaitu sebesar 8.07% yang berarti bahwa PAD mempunyai
kemampuan yang sangat kurang dalam mendukung otonomi daerah khususnya
dalam membiayai pembangunan daerah, (3). Rasio Indeks Kemampuan Rutin
pada pemerintahan Kabupaten Bantul masih dalam skala interval antara 0%-20%
yaitu sebesar 11.98%, dan ini berarti bahwa PAD mempunyai kemampuan yang
masih sangat kurang untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah khususnya
dalam membiayai pengeluaran rutin, (4). Rasio Keserasian antara pengeluaran
belanja rutin lebih besar dibandingkan dengan belanja pembangunan yaitu sebesar
68.79% dan 31.21%, (5).Rasio Pertumbuhan Rata-rata secara keseluruhan
mengalami peningkatan disetiap tahunnya yakni PAD sebesar 17.78%, TPD
sebesar 15.02%, Belanja Rutin sebesar14.65%, dan Belanja Pembangunan sebesar
38.93%, namun belum cukup untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah di
Pemerintah Kabupaten Bantul karena rata-rata pertumbuhannya sangat sedikit.
Dengan melihat hasil analisis kelima rasio tersebut, maka perkembangan
kemampuan keuangan di Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung
pelaksanaan otonomi daerah masih kurang.
AV  - public
ID  - UNY7977
TI  - ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL
A1  - MOHAMMAD HASBI, ASH SHIDDIQY
M1  - skripsi
UR  - http://eprints.uny.ac.id/7977/
Y1  - 2012/06/05/
PB  - UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
ER  -