TY - THES UR - http://eprints.uny.ac.id/75746/ M1 - skripsi AV - restricted TI - PENGELOLAAN PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PATBM) DESA NGALANG GEDANGSARI GUNUNGKIDUL ID - UNY75746 KW - Pengelolaan Program KW - PATBM KW - Manfaat KW - Perlindungan Anak A1 - Setyawati, Ratih PB - Universitas Negeri Yogyakarta EP - 241 N2 - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Ngalang, untuk mendeskripsikan manfaat program PATBM Desa Ngalang, dan mendeskripsikan faktor penghambat dalam pelaksanaan program PATBM Desa Ngalang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Subjek penelitian ini adalah ketua PATBM Desa Ngalang, aktivis PATBM Desa Ngalang, dan kelompok sasaran program, yaitu anggota Forum Anak Desa (FAD) Ngalang dan orang tua mereka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pengelolaan program PATBM Desa Ngalang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, monitoring dan evaluasi. Kedua, manfaat dari PATBM Desa Ngalang yaitu adanya peningkatan kesadaran orang tua dalam pemenuhan hak- hak anak dan membantu perkembangan anak. Segi kognitif: anak mampu mengutarakan pendapatnya secara kritis, anak bertambah pengetahuannya tentang hak dan perlindungan anak, dan anak memiliki inisiatif untuk melaporkan. Segi sosial: anak memiliki pergaulan yang positif, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, kepedulian anak terhadap orang lain, dan anak-anak menjadi lebih percaya diri. Segi moral: anak memiliki tata krama terhadap orang lain dan ada perubahan akhlak ke arah yang baik. Ketiga, faktor penghambat pelaksanaan PATBM Desa Ngalang berasal dari faktor internal yaitu sumber daya manusia PATBM Desa Ngalang dan pendanaan yang terbatas. Solusi dari hambatan yang terjadi adalah memanfaatkan media sosial untuk berkoordinasi dan lebih sering bergabung dengan kegiatan yang sudah ada di masyarakat. Y1 - 2019/12/19/ ER -