TY  - THES
N2  - Salah satu dampak Covid-19 pada kesehatan mental orang dewasa adalah adanya
fenomena quarter-life crisis yang diduga dapat memengaruhi subjective wellbeingnya. Berdasarkan kajian literatur, kebersyukuran dapat memengaruhi subjective
well-being. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
ada pengaruh kebersyukuran terhadap subjective well-being pada individu yang
mengalami quarter-life crisis selama pandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
survei dan dilakukan di kota Yogyakarta melalui tautan Google Form yang disebarkan
oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 178 responden yang diperoleh dengan
metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu
berusia 18-29 tahun, mengalami quarter-life crisis dan berdomisili di kota Yogyakarta.
Instrumen yang digunakan yaitu Skala Bersyukur versi Indonesia dengan koefisien
reliabilitas ?=0,8887, PANAS dengan ?=0,84-0,90, SWLS dengan ?=0,87, dan skala
quarter-life crisis dengan ?=0,924. Teknik analisis data menggunakan regresi linear
sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kebersyukuran terhadap
subjective well-being pada individu yang mengalami quarter-life crisis (p<0,05).
Besarnya pengaruh kebersyukuran terhadap subjective well-being sebesar 48,4%.
Persamaan garis regresi yang diperoleh adalah Y = 20,652 + 0,333 X. Implikasi hasil
penelitian ini yaitu diharapkan individu yang sedang mengalami quarter-life crisis
dapat meningkatkan kebersyukuran. Salah satu caranya adalah meningkatkan perasaan
positif terhadap kehidupan yang dimiliki dengan menulis gratitude letter dan diary.
Kata kunci: kebersyukuran, subjective well-being, quarter-life crisis
ID  - UNY72160
Y1  - 2022/02/07/
EP  - 1
AV  - restricted
PB  - Universitas Negeri Yogyakarta
UR  - http://eprints.uny.ac.id/72160/
M1  - skripsi
A1  - Indira Maharani, Wijayani
TI  - PENGARUH KEBERSYUKURAN TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS SELAMA PANDEMI COVID-19
ER  -