%D 2014 %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang diajar dengan menggunaan model pembelajaran Problem Based Learning masalah riil atau nyata dengan masalah yang imajiner atau disimulasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas X SMK Perindustrian Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi, randomized pre-test, post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Perindustrian Yogyakarta yang berjumlah 78 siswa dan terdiri dari 4 kelas. Jumlah sampel sebanyak 41 siswa yang terdiri dari 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol yang dipilih secara random. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa perhitungan uji independent samples t-test dan gain score. Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang diajar menggunaan model pembelajaran Problem Based learning dengan masalah riil atau nyata dengan masalah yang imajiner atau disimulasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas X SMK Perindustrian Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji independent t-test nilai t adalah 5,211 dengan db 39 pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,021. Nilai t hitung hitung t, atau nilai Sig. 0,000 < 0,05. Besarnya efektivitas dilihat dari perolehan gain score di kelas eksperimen 0,6 (sedang) dan kelas kontrol 0,2 (rendah). Kata kunci: Efektivitas, Problem Based Learning, Berpikir Kritis %T EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING GUNA PEMBENTUKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA SMK PERINDUSTRIAN YOGYAKARTA %A Nurdiyanti Dwi Heti %L UNY23591 %I Fakultas Ilmu Sosial