%0 Thesis
%9 S1
%A Hanik, Munifatul
%B PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
%D 2013
%F UNY:22876
%I FAKULTAS ILMU SOSIAL
%T PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COLLEGE  BALL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA  MATA PELAJARAN PKN KELAS VIII SMP N 5 SLEMAN
%U http://eprints.uny.ac.id/22876/
%X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model  pembelajaran college ball terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII  di SMP N 5 Sleman pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain  penelitian yang digunakan adalah randomized pre test post test control group  design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  angket dan tes prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa  kelas VIII SMP N 5 Sleman tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 103 siswa. Sampel  dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling dengan mengundi  kelas mana yang akan dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Berdasarkan hasil undian sampel terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen  dan VIII B sebagai kelas kontrol. Analisis data dari hasil angket dan tes prestasi  menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, ada pengaruh penggunaan  model pembelajaran college ball terhadap motivasi belajar siswa antara kelas  yang menggunakan model pembelajaran college ball dengan kelas yang  menggunakan metode ceramah. Hal ini dibuktikan dari nilai thitung lebih besar  daripada ttabel (thitung: 2,874 > ttabel: 2,000), dan nilai signifikansi sebesar 0,005  lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 5% (0,005 <0,05). Kedua, ada pengaruh  penggunaan pembelajaran model college ball terhadap prestasi belajar siswa  antara kelas yang menggunakan model pembelajaran college ball dengan kelas  yang menggunakan metode ceramah. Hal ini dibuktikan dari nilai thitung lebih  besar daripada ttabel (thitung: 6,861 > ttabel: 2,000), dan nilai signifikansi sebesar  0,000 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 5% (0,000 <0,05).