%T POTENSI DAN UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA BUNDER KABUPATEN GUNUNGKIDUL SEBAGAI LABORATORIUM ALAM GEOGRAFI %I Fakultas Ilmu Sosial %D 2014 %A Thomas Dannar Sulistyo %X Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi fisik, potensi non-fisik Tahura Bunder, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya pengembangan kawasan Tahura Bunder sebagai laboratorium alam geografi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi. Populasi penelitian ini terdiri dari populasi fisik dan non fisik. Dalam penelitian ini sampel fisik diperhatikan seluruhnya. Penentuan sampel non fisik dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan insidental sampling. Sampel non-fisik dalam penelitian ini terdiri dari 8 pengunjung, 4 penduduk sekitar dan 3 pengelola kawasan Tahura Bunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan indepth interwiew. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Tahura Bunder memiliki beberapa Potensi fisik yaitu kondisi topografi, variasi kemiringan lereng, variasi jenis tanah, kondisi suhu, kenampakan geologi, kenampakan hidrologi, ragam fauna terutama jenis burung, ragam flora, aksesibilitas, serta sarana dan prasarana dasar penunjang. Kawasan Tahura Bunder memiliki potensi non fisik berupa berbagai instansi yang dapat dijadikan sebagai lokasi pembelajaran Geografi, program wisata pendidikan lingkungan (Eco-Edu Tourism) dari pengelola. Faktor pendukung dalam pengembangan kawasan Tahura Bunder sebagai laboratorium alam geografi adalah (a) Ketersediaan sumber belajar geografi (b) Program Ecoedu Tourism dari pengelola kawasan Tahura Bunder (c) Panorama alam yang indah (d) Aksesibilitas tinggi (e) Tingkat keamanan tinggi. Faktor penghambat pengembangan kawasan Tahura Bunder sebagai laboratorium alam geografi adalah (a) Promosi yang belum gencar (b) Perawatan sarana dan prasarana yang kurang dan (c) Kurangnya dana dari pemerintah. Terdapat 10 alternatif strategi dalam upaya pengembangan kawasan Tahura Bunder sebagai laboratorium alam geografi. Peringkat pertama (skor 6,9) adalah memanfaatkan program pengelola yang sejalan dengan kegiatan pendidikan. Alternatif strategi untuk pengembangan dengan skor terendah (skor 1,23) adalah meningkatkan intensitas promosi melalui berbagai media. Kata kunci: Pengembangan Kawasan Hutan, Tahura Bunder, Laboratorium Alam. %L UNY22714