@phdthesis{UNY13686, title = {PERBEDAAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI ANTARA SEKOLAH DASAR YANG DIKELOLA DENGAN STRATEGI PEDAGOGI DAN STRATEGI ANDRAGOGI}, school = {PGSD}, year = {2015}, author = {Nurchayat Nuray Anggraini}, month = {February}, url = {http://eprints.uny.ac.id/13686/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi pedagogi, (2) tingkat kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana gempa bumi kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi andragogi, dan (3) signifikansi perbedaan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi antara kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi pedagogi dan andragogi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Subjek penelitian adalah siswa SD Negeri Tangkil dan SD Negeri 1 Tangkil kelas IV, V dan VI. Instrumen yang digunakan adalah angket. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment. Reliabilitas dihitung dengan rumus cronbach alpha. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov, sedangkan uji homogenitas menggunakan uji bartlet. Pada awalnya analisis data akan dilakukan dengan menggunakan rumus independent one samplel t-test. Namun setelah dilakukan uji pra syarat analisis statistik parametrik (uji homogenitas dan uji normalitas) ternyata tidak memenuhi pra syarat sebaran normal. Oleh karena itu analisis statistik menggunakan statistik non parametrik Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi pedagogi memiliki indeks kesiapsiagaan sebesar 84,31 (tinggi), sedangkan kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi andragogi memiliki indeks kesiapsiagaan sebesar 84,57 (tinggi). Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tidak ada perbedaan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi yang signifikan antara kelompok siswa sekolah dasar yang dikelola dengan strategi pedagogi dan andragogi. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil rata-rata indeks kesiapsiagaan bencana siswa yang dikelola dengan strategi pedagogi (84,31) dan siswa yang dikelola dengan strategi andragogi (84,57), serta nilai asym. sig. (2-tailed) 0,000 {\ensuremath{<}} {\ensuremath{\alpha}} (0,05) sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Kata kunci: kesiapsiagaan bencana, strategi pedagogi, strategi andragogi} }