PENGEMBANGAN UNIT AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) POWER SYSTEM SEBAGAI SARANA UP-DATING KOMPETENSI GURU SMK JURUSAN LISTRIK

Zamtinah, M. Pd. (2008) PENGEMBANGAN UNIT AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) POWER SYSTEM SEBAGAI SARANA UP-DATING KOMPETENSI GURU SMK JURUSAN LISTRIK. UNY.

[img]
Preview
Text
Zamtinah2.pdf

Download (11kB) | Preview

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan penelitian tahun pertama ini adalah membuat Unit AMF Power System melalui penelitian rancang bangun; sedangkan tujuan khususya adalah: 1) Dapat didesain Unit AMF Power System selain dapat digunakan sebagai alat kontinyuitas suplai energi listrik, juga sebagai media pembelajaran.; 2) Berdasarkan analisis kebutuhan dan desain rangkaian selanjutnya dapat diidentifikasikan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk merakit Unit AMF Power System yang dikembangkan sebagai media pebelajaran, baik di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY maupun di SMK Jurusan Listrik; 3) Menghasilkan Unit AMF Power System yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran (Unit AMF Power System for Education Trainer). Lokasi kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Instalasi Listrik dan Laboratorium Komunikasi Data Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pembuatan desain dan manufakturing Unit AMF Power System adalah pendekatan rancang bangun dan eksperimen, selajutnya data ditabulasikan sesuai dengan instrumen penelitian. Analisis data yang digunakan pada tahun pertama adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah Unit AMF Power System yang siap digunakan sebagai media pendidikan, baik di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY maupun di SMK. Akan tetapi parameter gangguan yang dapat dilaksanakan pada tahun pertama baru pada gangguan Under dan Upper Voltage saja, sementara gangguan frekuensi dan kondisi bahan bakar genset belum bisa dilaksanakan karena terjadi perubahan harga komponen sehingga tidak terjangkau pada anggaran tahun pertama. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data bahwa pada beban lampu pijar maupun beban lampu pijar ditambah dengan motor, tidak ada perbedaan besarnya tegangan kondisi mantap off baik saat under maupun upper voltage, yaitu 202 volt saat tegangannya under dan 237 volt saat terjadi upper voltage. Sementara itu pada kondisi mantap on, terdapat perbedaan range tegangan antara beban lampu pijar saja dengan beban lampu pijar ditambah motor. Pada beban lampu pijar jika terjadi gangguan under tegangan, saat tegangan mencapai 207 volt sistem baru on, sementara itu jika bebannya ditambah motor justru range-nya lebih kecil yaitu pada tegangan 206 volt, sistem sudah on kembali. Demikian halnya saat terjadi ganggua upper voltage, jika beban sistem hanya lampu pijar saja pada tegangan 231 volt sistem baru on, sedangkan jika bebannya ditambah motor pada tegangan 234 volt sistem on. Data tersebut memberikan arti bahwa AMF memiliki kemampuan di atas yang diijinkan PUIL, yaitu fluktuasi tegangan yang diijinkan untuk beban penerangan antara 215-225 volt, dalam penelitian ini Unit AMF mampu mengamankan beban jika mendapat rugi tegangan pada range 207 volt – 231 volt. Ini berarti bahwa apabila suplai tegangan di bawah 207 volt dan di atas 231 volt, Unit AMF akan mematikan sumber agar tidak terjadi sesuatu atau gangguan pada beban. Sementara itu untuk beban tenaga fluktuasi tegangan yang diijinkan adalah 209 volt – 231 volt, sedang kemampuan Unit AMF adalah antara 206 volt – 234 volt. Ini berarti bahwa baik kondisi under voltage maupun kondisi upper voltage kemampuan Unit AMF lebih tinggi di atas peraturan maksimum yang diijinkan. Kata Kunci: Unit AMF Power Syatem; Up-Dating Kompetensi FT, 2008 (PEND. TEK. ELEKTRO)

Item Type: Article
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Elektro
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Elektro
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 26 Jun 2012 04:19
Last Modified: 06 Aug 2012 03:44
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/959

Actions (login required)

View Item View Item