Pemanfaatan Limbah Gerabah Sebagai Bahan Pembuatan Batako

Anang Setyawan, Anang Setyawan (2011) Pemanfaatan Limbah Gerabah Sebagai Bahan Pembuatan Batako. UNY.

[img]
Preview
Text
Pemanfaatan_Limbah_Gerabah_Sebagai_Bahan_Pembuatan_Batako.pdf

Download (65kB) | Preview

Abstract

Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kualitas batako pejal dengan bahan limbah Gerabah, ditinjau dari sifat fisik (visual) dan sifat mekanik (kuat tekan, penyerapan air dan berat jenis), serta penentuan komposisi terbaik dari ketiga komposisi. Proyek Akhir ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik uji laboratorium, variabel yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel terikat (pengujian visual, kuat tekan, penyerapan air dan berat jenis), variabel bebas (komposisi campuran dan faktor air semen), dan variabel pengendali (cara pembuatan dan pemeliharaan). Penelitian menggunakan 3 macam komposisi campuran dengan jumlah sampel untuk tiap komposisi sebanyak 5 benda uji. Pelaksanaan penelitian dilakukan di laboratorium bahan bangunan, teknik Sipil UNY. Tahapan penelitian meliputi: Perencanaan model dan komposisi benda uji berdasarkan perbandingan berat bahan (1Pc : 7Ps : 1Ge; 1Pc : 6Ps : 2Ge; dan 1Pc : 5Ps : 3Ge), persiapan alat dan bahan, pembuatan benda uji, pengujian benda uji, dan pengolahan data pengujian. Pengujian dilakukan setelah batako berumur 28 hari. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan ketentuan SNI 03-0349-1989. Dari hasil pengujian karakteristik diperoleh data sebagai berikut: a) Tampak luar batako komposisi I memiliki permukaan yang rata, tidak retak, halus, tidak berongga, serta memiliki rusuk yang tajam, kuat, dan siku; komposisi II memiliki permukaan yang rata, tidak retak, halus, tidak berongga, serta memiliki rusuk yang tajam, kuat, dan siku dan komposisi III memiliki permukaan yang rata, tidak retak, halus, tidak berongga, serta memiliki rusuk yang tidak tajam, kuat, dan siku; b) Penyimpangan ukuran komposisi I adalah panjang 0,2 mm, lebar 0,3 mm, tebal 0,3 mm; komposisi II adalah panjang 0,4 mm, lebar 0,5 mm, tebal 0,3 mm; komposisi III adalah panjang 0,5 mm, lebar 0,4 mm, tebal 0,3 mm; c) Kuat tekan rata-rata tiap komposisi sebesar 49,16 kg/cm², 72,70 kg/cm², dan 97,88 kg/cm²; d) Penyerapan air rata-rata tiap komposisi sebesar 12,91%, 11,11%, dan 9,73%; e) Berat jenis rata-rata untuk tiap komposisi sebesar 2,24, 2,03 dan 1,91 dan f) Penentuan komposisi terbaik menurut kuat tekan, penyerapan air dan berat jenis adalah komposisi II dengan nilai kuat tekan rata-rata 72,70 kg/cm2 masuk dalam mutu II, besar penyerapan air 11,11% dan berat jenis 2,08. Dari hasil pengujian, seluruh komposisi batako pejal telah memenuhi ketentuan SNI 03-0349-1989 dan SII 0284-80. Kata Kunci : Limbah gerabah, batako, komposisi.

Item Type: Other
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Sipil dan Perencanaan
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan > S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 25 Jun 2012 03:48
Last Modified: 25 Jun 2012 03:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/781

Actions (login required)

View Item View Item