ANALISIS PONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH LANAU GEDUNG BEA DAN CUKAI JAWA TENGAH DAN D.I YOGYAKARTA DENGAN METODE STATIS DAN DINAMIS

Ambar Wahyu Wibowo, Ambar Wahyu Wibowo (2011) ANALISIS PONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH LANAU GEDUNG BEA DAN CUKAI JAWA TENGAH DAN D.I YOGYAKARTA DENGAN METODE STATIS DAN DINAMIS. UNY.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PONDASI_TIANG_PANCANG_PADA_TANAH_LANAU_GEDUNG_BEA_DAN_CUKAI_JAWA_TENGAH_DAN_D.I_YOGYAKARTA_DENGAN_METODE_STATIS_DAN_DINAMIS.pdf

Download (81kB) | Preview

Abstract

Pondasi merupakan komponen struktur bangunan yang berfungsi untuk meneruskan beban struktur di atasnya kelapisan tanah di bawahnya. Oleh karena itu pondasi harus dapat menahan semua beban di atasnya baik berupa beban hidup, beban mati serta beban lainya. Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing – masing memberikan kuat dukung tanah yang berbeda – beda, dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuakan dengan berbagai aspek dari tanah dilokasi di tempat akan dibangun suatu bangunan. Berbagai metode telah dikembangkan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang sesuai dengan keadan tanah yang ada dilapangan diantaranya mayerhof, Vijayvargiara dan Focht, Metode Tomlinson dan Terzagi dengan menganalisis tanah yang ada dilapangan dan dilaboratoium (statis). Serta beberapa penelitian dengan menganalisis data yang didapat dari pemancanga tiang (dinamis) diantaranya dari uji PDA (pile dynamic analysis). Dalam kaitannya dengan hal tersebut, penulis mengadakan penulisan tentang kapasitas daya dukung ultimate tiang dihitung dengan beberapa metode statis dan dinamis dan penurunan tiang dengan metode janbu. Berdasarkan hasil penyelidikan pada gedung Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang mempunyai beberap jenis tanah kohesif diantaranya jenis lanau ke lempungan hingga lanau berpasir. Untuk tiang Ø50 pada kelompok 4 tiang didapat kapasitas ultimate kelompok tiang (Qg) pada kedalaman 36 m dari data tanah di laboratorium didapat 2580,46 kN dengan metode Vijayvargiara dan Focht dan 42891,98 kN dengan metode Tomlinson. Dari data lapangan didapat 3068,37 kN dengan metode SPT Meyerhof. Sedangkan untuk metode dinamis dengan mengunakan PDA didapatkan 4952 kN pada kedalaman 36 m. Sedangkan untuk penurunan terjadi adalah 38,01mm. Hasil perhitungan pebebanan (Pult) = 4024,24 kN sehingga pondasi aman bila dianalisis mengunakan data lapangan dan tidak aman bila mengunakan data tanah dari laboratorium. Kata kunci : jenis tanah,tiang pancang, penurunan

Item Type: Other
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Sipil dan Perencanaan
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan > S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 25 Jun 2012 03:22
Last Modified: 25 Jun 2012 03:22
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/758

Actions (login required)

View Item View Item