Pengaruh Metode Latihan Kardiovaskular dan Tingkat Keterlatihan terhadap Tingkat Kebugaran Wasit Futsal

Andianto, Sigit Dwi (2019) Pengaruh Metode Latihan Kardiovaskular dan Tingkat Keterlatihan terhadap Tingkat Kebugaran Wasit Futsal. S2 thesis, UNY.

[img] Text
Tesis_Sigit Dwi Andrianto_17711251018.swf

Download (3MB)

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah buruknya kondisi kebugaran wasit futsal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan latihan kardiovaskular dalam meningkatkan tingkat kebugaran wasit futsal. Desain penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Pembagian kelompok menggunakan teknik plotting acak dengan mempertimbangkan tingkat keterlatihan subjek terhadap hasil Heart Rate Recovery Test yang dibagi menjadi 4 kelompok. Pada tahap selanjutnya diberikan treatmen sebanyak 12 kali pertemuan dengan rincian 3 kali seminggu menggunakan metode latihan Intensive Interval dan Extensive Interval. Subjek penelitian adalah 36 wasit futsal AFP DIY laki-laki berusia 25-35 tahun. Instrumen tes keterlatihan menggunakan Heart Rate Recovery Test (HRRT) dan Instrumen kebugaran wasit menggunakan Assistant Referee Intermittent Endurance Test (ARIET) FIFA. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif. Uji statistik di analisis menggunakan uji Anava 2 jalur serta uji-t, setelah sebelumnya dilakukan uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil dari penelitian adalah: 1. Ada pengaruh metode latihan kardiovaskular terhadap tingkat kebugaran wasit futsal: a) Hasil uji t pada latihan Intensive Interval diketahui nilai p=(0,000<0,05). Hal itu menunjukkan ada pengaruh metode latihan Intensive Interval terhadap peningkatan kebugaran wasit futsal. b) Hasil uji t pada latihan Extensive Interval diketahui nilai p=(0,000<0,05). Hal itu menunjukkan ada pengaruh metode latihan Extensive Interval terhadap peningkatan kebugaran wasit futsal. c) Kelompok yang mendapatkan perlakuan metode latihan Extensive Interval mempunyai peningkatan lebih baik dibandingkan kelompok Intensive Interval dengan persentase peningkatan 43,48%. 2. Hasil uji F diketahui nilai p=(0,462>0,05). Hal itu menunjukkan tidak ada pengaruh tingkat keterlatihan terhadap tingkat kebugaran wasit futsal. 3. Terdapat interaksi metode latihan kardiovaskular, tingkat keterlatihan, dan tingkat kebugaran dengan nilai p=(0,000<0,05). Kelompok yang paling baik peningkatan kebugarannya adalah kelompok Tidak Terlatih Extensive Interval dengan persentase peningkatan kebugaran sebesar 74,57%. Kata Kunci : latihan, kardiovaskular, keterlatihan, kebugaran, wasit, futsal

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Olahraga
Pasca Sarjana
Divisions: Program Pascasarjana > Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 27 Aug 2019 04:49
Last Modified: 27 Aug 2019 04:49
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/65536

Actions (login required)

View Item View Item