PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X TPHP 1 SMK N 1 PANDAK PADA MATA DIKLAT SANITASI INDUSTRI DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING MENGGUNAKAN METODE DISKUSI

Tri Any, Hasanah (2011) PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X TPHP 1 SMK N 1 PANDAK PADA MATA DIKLAT SANITASI INDUSTRI DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING MENGGUNAKAN METODE DISKUSI. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
IMPROVING_STUDENT_LEARNING_INDEPENDENCE_AT_X_CLASS_OF_TPHP_SMK_N_1_PANDAK_ON_INDUSTRY_SANITATION_COURSE_USING_PROBLEM_SOLVING_MODEL_OF_DISCUSSION_METHOD.pdf

Download (66Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penerapan model Problem Solving menggunakan metode diskusi untuk meningkatkan kemandirian belajar 2) Mengetahui peningkatan kemandirian belajar siswa pada mata diklat Sanitasi Industri yang terjadi pada siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Problem Solving menggunakan metode diskusi. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pandak pada bulan Mei 2010 – Juli 2011. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru Sanitasi Industri kelas X TPHP serta dibantu oleh observer pada setiap pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TPHP SMK Negeri 1 Pandak yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 1 pertemuan, 2 x 45 menit. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar angket dan lembar dokumentasi. Uji coba instrumen dilakukan kepada 32 orang siswa dari populasi yang sama dan tidak terpilih sebagai sampel. Validitas instrumen ditentukan dengan pendekatan corrected item-total correlation menggunakan rumus Product Moment dari Pearson dan Experts Judgment, sedangkan reliabilitasnya ditentukan dengan formula Alpha Cronbach. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini diperolah kesimpulan bahwa: 1. Penerapan model Problem Solving menggunakan metode diskusi dapat berjalan seperti yang telah direncanakan yaitu a) Siklus I siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok (LKK) dengan diskusi melakukan kegiatan analisis di lingkungan sekolah, kemudian siswa mencari solusi dan memecahkan permasalahan tersebut. b) Siklus II siswa berdiskusi untuk memecahkan permasalahan dengan mencari sumber di buku c) Siklus III siswa berdiskusi untuk memecahkan permasalahan dengan mencari sumber di internet. 2. Peningkatan kemandirian belajar siswa ditandai dengan peningkatan persentase aspek-aspek kemandirian yang diamati pada angket, yaitu, a) motivasi siswa meningkat dari siklus I sebesar 76,67% , siklus II 80% dan siklus III menjadi 83,33%, b) aspek tanggung jawab meningkat dari siklus I sebesar 60%, siklus II 66,66% dan siklus III menjadi 73,33%, c) aspek percaya diri siswa meningkat dari siklus I sebesar 53,33 %, siklus II 56,67% dan siklus III menjadi 63,33 %, d) aspek disiplin siswa meningkat dari siklus I sebesar 50%, siklus II 60% dan siklus III menjadi 63,33%, e) aspek inisiatif meningkat dari siklus I sebesar 50%, siklus II 60% dan siklus III menjadi 66,67 %. Berdasarkan hasil observasi, angket dan dokumentasi siswa menjadi lebih aktif di dalam proses pembelajaran, siswa mampu memahami suatu materi melalui kegiatan pemecahan masalah melalui berdiskusi dengan berkelompok, siswa juga lebih berani mengungkapkan pendapat atau idenya.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Boga dan Busana
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Boga dan Busana
Depositing User: admin FT
Date Deposited: 06 Sep 2012 14:30
Last Modified: 06 Sep 2012 14:30
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/5284

Actions (login required)

View Item View Item