ANALISIS SIFAT-SIFAT KIMIA BERBAGAI JENIS MADU MONOFLORA DI DIY DAN JAWA TENGAH

Ichda Chayati, M.P. (2007) ANALISIS SIFAT-SIFAT KIMIA BERBAGAI JENIS MADU MONOFLORA DI DIY DAN JAWA TENGAH. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Ichda_Chayati.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika (kadar air, warna, dan viskositas) empat jenis madu monoflora dan mengetahui sifat-sifat kimia (pH, komponen fenolat total, dan jenis serta kadar gula) empat jenis madu monoflora. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai September 2007. Analisis sifatsifat fisika dan kimia madu dilakukan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Sampel madu sebanyak empat macam diambil langsung dari dua peternak lebah. Peternak lebah pertama dengan lokasi peternakan lebah di Jawa Tengah, yaitu di Ambarawa untuk madu kelengkeng (panen bulan Oktober 2006), di Magelang untuk madu rambutan (panen bulan Oktober 2006), dan di Pati untuk madu randu (panen bulan Juni 2007), sedangkan peternak lebah kedua dengan lokasi peternakan lebah di DIY yaitu di Kulon Progo untuk madu kaliandra (panen bulan April 2007). Analisis sifat-sifat fisika madu terdiri dari analisis kadar air (AOAC, 1995, prosedur no. 969.38 dengan metode refraktometer), analisis warna dengan Lovibond Tintometer, dan analisis kekentalan dengan alat Stormer Viskosimeter. Analisis sifat-sifat kimia madu terdiri dari analisis pH dengan alat pHmeter Schott, analisis komponen fenolat total berdasarkan prosedur yang telah disebutkan dalam Perez, dkk (2006), yang menggunakan reagen Folin-Ciocalteu, Spektrofotometer Genesys TM 20 pada 750 nm dan larutan fenol digunakan sebagai standar, serta analisis jenis dan kadar gula dengan metode Black dan Bagley (1976). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan perlakuan 3 kali dan ulangan analisis 2 kali. Data dianalisis dengan program statistik SPSS Versi 12.0. Masing-masing jenis analisis diuji Anava (Analisis Variansi) Satu Jalur pada taraf signifikansi 5% dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Antar analisis diuji korelasinya dengan Uji Korelasi Pearson Bivariate. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat fisika madu monoflora di DIY dan Jawa Tengah adalah kadar air antara 18,95-26,52%; warna merah antara 2,23-4,13; warna kuning antara 10,00-40,33; dan viskositas antara 3,99-18,24 Poise. Sifatsifat kimia madu monoflora di DIY dan Jawa Tengah adalah pH antara 3,87-4,48; kadar fenol antara 3.714-11.883 mg/L; jenis gula adalah maltosa, glukosa, dan fruktosa; kadar maltosa antara 6,71-28,82 mg/100ml; kadar glukosa antara 14,63-18,82 mg/100ml; dan kadar fruktosa antara 28,28-41,30 mg/100ml. FT, 2007 (PEND. TEK. BUSANA)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Boga dan Busana
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Boga dan Busana
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 05 Sep 2012 16:29
Last Modified: 05 Sep 2012 16:29
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/5088

Actions (login required)

View Item View Item