IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL KETERAMPILAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

Endang Bariqina, Dra. (2007) IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL KETERAMPILAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Endang_Bariqina.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: isi kurikulum, contoh-contoh dalam bahan ajar dan pelaksanaan proses pembelajaran mata pelajaran keterampilan ditinjau dari perspektif gender. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Setting penelitian di SMPN 5 Depok, Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian ini sebagai berikut: Ruang Lingkup mata pelajaran keterampilan SMP meliputi aspek-aspek: keterampilan kerajinan, Pemanfaatan teknologi sederhana yang meliputi teknologi rekayasa, teknologi budidaya dan teknologi pengolahan serta kewirausahaan. Mata pelajaran keterampilan di SMP 5 wajib diikuti oleh semua siswa baik laki-laki. Pada isi kurikulum tidak ditemukan bias gender, Sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi seder-hana dan memiliki sikap profesional dan kewirausahaan Analisis terhadap materi bahan ajar untuk mata pelajaran keterampilan di SMPN 5 dilakukan pada buku acuan yang digunakan. Analisis pada materi bahan ajar dalam buku yang dipilih tersebut meliputi: kata pengantar, daftar isi, pokok bahasan, uraian materi, contoh soal, dan gambar/atau ilustrasi. Bias jender ditemukan pada gambar/ilustrasi pada buku keterampilan untuk kelas VII di halaman 3 (gambar mencangkul oleh laki-laku), 11 (gambar menghias keramik oleh perempuan), 27 (gambar membakar vas bungan oleh laki-laki); pada buku Keterampilan Teknologi Kerumahtanggaan di halaman 33 dan 39 (gambar memasak oleh perempuan) serta pada buku Keterampilan Untuk SMP Kelas VIII di halaman 32 (gambar memilin benang oleh peremuan), 65 (gambar membuat tempe semua perempuan) dan 71 (gambar mendorong kereta jual singkong). Berdasarkan hasil observasi proses belajar mengajar yang dilakukan guru mata pelajaran keterampilan di SMPN 5 bias gender terjadi hanya pada saat guru memberikan giliran pertanyaan sering diberikan kepada siswa laki-laki sebab pada saat pelajaran berlangsung sering ada siswa laki-laki yang membuat ulah. Untuk mengalihkan perilaku yang tidak baik tersebut guru kemudian memberikan pertanyaan, dan bila tidak bisa menjawab lalu diperingatkan. Kata kunci: kurikulum muatan lokal, SMP perspektif gender FT, 2007 (PEND. TEK. BUSANA)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Boga dan Busana
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Boga dan Busana
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 04 Sep 2012 16:26
Last Modified: 04 Sep 2012 16:26
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4944

Actions (login required)

View Item View Item