PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM SAINS UNTUK ANAK PENYANDANG KETUNAAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS SERTA APLIKASINYA PADA PENDIDIKAN INKLUSIF DAN SEKOLAH LUAR BIASA

Juli Astono, - (2007) PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM SAINS UNTUK ANAK PENYANDANG KETUNAAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS SERTA APLIKASINYA PADA PENDIDIKAN INKLUSIF DAN SEKOLAH LUAR BIASA. UNY.

[img]
Preview
Text
Juli_Astonono.pdf

Download (12kB) | Preview

Abstract

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model praktikum sains untuk anak penyandang tunanetra dengan pendekatan konstruktivis baik untuk sekolah umum yang menyelenggarakan pendidikan inklusif (terpadu) maupun yang khusus seperti di sekolah luar biasa yang berupa pengembangkan alat praktikum sains realistik (demonstrasi dan eksperimen) yang dapat digunakan siswa penyandang tuna netra, pengembangkan modul praktikum (LKS) yang dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa penyandang tunanetra , pengembangkan model evaluasi proses dan produk pembelajaran sains untuk siswa penyandang tunanetra , pendesainan strategi belajar mengajar yang dapat mengoptimalkan aktivitas langsung (pengalaman belajar) bagi siswa penyandang tunanetra. Terkait dengan penelitian mengenai perangkat praktikum untuk anak berkebutuhan khusus tunanetra maka salah satu alternatif metodologi digunakan adalah research and development (R&D).Beranjak dari pertimbangan pendekatan sistem bahwa pengembangan asesmen tidak akan terlepas dari konteks pengelolaan maupun pengorganisasian belajar, maka dipilih model spiral yang dikenal dengan 5 (lima) fase pengembangan yakni: (1) definisi (define), (2) desain (design), (3) peragaan (demonstrate), (4) pengembangan (develop), dan (5) penyajian (deliver). Pada tahapan pendefinian ini dilakukan konfirmasi teoritik, konsultasi teoritik dan teknis dengan bidang sains, pendidikan luar biasa dan resource centre SLBN 3 Yogyakarta, tahap desain adalah untuk merencanakan perangkat pembelajaran praktikum sains bagi siswa penyandang tunanetra, tahap peragaan ditandai dengan kegiatan ujicoba alat praktikum sains untuk tunanetra yang melibatkan tiga orang siswa tunanetra, tahap pengembangan ini cantoh perangkat pembelajaran yang akan digunakan dikembangkan, tahap penyajian adalah mendeseminasikan hasil dan distribusi produk yang telah jadi berupa perangkat pembelajaran berupa naskah jadi yang digunakan di kelas-kelas pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengimplementasikan rancangan pembelajaran dan perangkat yang dibuat belum begitu baik, dari hasil pengamatan yang dipantau melalui lembar observasi jelas sekali bahwa semakin lama aktivitas diskusi siswa semakin baik, mengarah pada keaktifan yang semakin tinggi. Penyajian hasil penelitian tindakan kelas ini dikelompokkan kedalam dua aspek, yaitu keberhasilan proses, dan keberhasilan produk. Kata kunci: praktikum sains, pendekatan konstruktivis, pendidikan inklusif dan sekolah luar biasa FMIPA, 2007 (PEND. FISIKA)

Item Type: Article
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 21 Jun 2012 02:20
Last Modified: 21 Jun 2012 02:20
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/459

Actions (login required)

View Item View Item