MODEL PENELITIAN EVALUASI PENDIDIKAN MORAL DI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR

Abdul, Hamid (2011) MODEL PENELITIAN EVALUASI PENDIDIKAN MORAL DI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR. S2 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
hhhhhh.pdf

Download (17kB) | Preview

Abstract

Abdul Hamid: Model Penelitian Evaluasi Pendidikan Moral di Universitas Muslim Indonesia Makassar. Disertasi. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, 2009. Penelitian ini bertujuan menemukan model penelitian evaluasi yang dapat memberikan informasi pelaksanaan program pendidikan moral, dan menambah referensi tentang model penelitian evaluasi yang dapat mendeskripsikan dan menjustifikasi konteks, proses, dan hasil, dan menemukan konsep-konsep utama pendekatan pendidikan moral UMI Makassar, meliputi: (1) prinsip-prinsip moral yang diterapkan dalam upaya pengembangan kesadaran dan perilaku moral mahasiswa; (2) isu-isu moral yang dikembangkan sebagai isi atau muatan pendidikan moral; (3) metode pendidikan moral dalam rangka pengembangan kesadaran dan perilaku moral mahasiswa; dan (4) peran serta pembina, dosen, staf dalam pendidikan moral. Model evaluasi responsif naturalistik ini mengadaptasi model evaluasi countenance model dan pendekatan responsif (The Responsive Approach) dengan pendekatan analisis grounded theory untuk mendeskripsikan, menjustifikasi, dan menemukan konsep-konsep utama pendekatan pendidikan moral UMI Makassar. Penelitian dirancang dengan 3 (tiga) tahap, yaitu: (1) mendeskripsikan konteks, proses, dan hasil pendekatan pendidikan moral, (2) menjustifikasi konteks, proses, dan hasil pendekatan pendidikan moral berdasarkan standar agama (Islam), dan (3) menemukan konsep-konsep utama pendekatan pendidikan moral. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling dengan maksud dapat memperoleh informasi yang maksimal dan akurat. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan focused group discussion. Pencapaian kredibilitas penelitian dilakukan dengan empat teknik: (1) teknik pencapaian kesahihan internal, (2) teknik pencapaian kesahihan eksternal, (3) teknik pencapaian keterandalan, dan (4) teknik pencapaian kesahihan dan keterandalan. Teknik analisis data dilakukan dengan dua cara. Pertama, analisis data ketika peneliti masih di lapangan dilakukan dengan: (1) mempersempit lingkup studi, (2) mengembangkan pertanyaan-pertanyaan analitik, (3) membandingkan persamaan dan perbedaan antara masing-masing insiden, peristiwa, dan contoh fenomena lainnya, (4) merefleksikan data apa yang perlu diburu lebih lanjut, (5) membuat komentar tertulis secara tajam atas ide-ide yang muncul, (6) membuat ikhtisar secara akurat, (7) mengklarifikasi ide-ide dan informasi yang diragukan, (8) mengeksplorasi literatur yang masih dibutuhkan, dan (9) mengembangkan ungkapan-ungkapan yang dapat memperkaya makna dengan cara merefleksi. Kedua, analisis data pasca pendataan lapangan dilakukan dengan alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu: (1) reduksi data, (2), konseptualisasi data (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan dan verifikasi. iii Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) model evaluasi responsif naturalistik dapat digunakana untuk memberikan deskripsi dan justifikasi, dan menemukan konsep-konsep utama pendekatan pendidikan moral UMI Makassar; (2) prinsip-prinsip moral yang diterapkan dalam program pendidikan moral UMI Makassar berdasarkan prinsip moral iman, Islam, dan ihsan; (3) isi atau muatan pendidikan moral bersumber dari nilai-nilai luhur agama, tradisi, dan adat istiadat masyarakat, dan mengembangkan bahan kajian dalam proses pembelajaran di kelas dengan isu-isu moral esensial yang up to date dalam kehidupan mahasiswa; (4) metode pendidikan moral yang diterapkan UMI adalah metode komprehensif religius dengan corak sosial, rasional, dan sufistik; (5) peran serta pembina, dosen, dan staf dalam prendidikan moral ditunjukkan dengan menanamkan nilai-nilai moral religius, berperan sebagai model yang baik sesuai dengan nilai-nilai moral religius, memberikan tazkirah, memberikan layanan bimbingan moral, melaksanakan kajian Islam, pembiasaan, melaksanakan pencerahan qalbu; dan (6) program pendidikan moral mulai menunjukkan hasil pada kesadaran dan perilaku moral mahasiswa. Dapat dijustifikasi bahwa pendekatan komprehensif religius belum berjalan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari: (1) belum maksimal penanaman nilai-nilai moral religius dengan isu-isu moral yang up to date melingkungi kehidupan mahasiswa; (2) belum maksimal penggunaan metode komprehensif religius dalam pendidikan moral; (3) peran serta pembina, dosen, dan staf dalam program pendidikan moral di kampus belum maksimal; dan (4) hasil program pendidikan moral meskipun mahasiswa sudah mulai menunjukkan kesadaran dan perilaku moral tetapi belum maksimal. Dari temuan ini dapat dikemukakan konsep-konsep utama pendekatan pendidikan moral: (1) penanaman prinsip moral religius yang berdasarkan iman, Islam, dan ihsan dapat membangun standar moral yang kokoh untuk pertumbuhan kesadaran dan perilaku moral; (2) penanaman nilai-nilai luhur dan pembahasan isu-isu moral dapat membantu mahasiswa memiliki kemampuan penalan moral, afek moral, dan perilaku moral religius; (3) pendekatan pendidikan moral untuk membentuk moralitas mahasiswa, memerlukan peran akal dan qalbu melalui metode inkulkasi, keteladanan, fasilitasi, tazkirah, pembiasaan, dan pencerahan qalbu; dan (4) komitmen dan konsistensi pembina, dosen, dan staf dalam pendidikan moral mempengaruhi kesadaran dan perilaku moral religius mahasiswa.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Pasca Sarjana
Divisions: Program Pasca Sarjana
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 29 Aug 2012 16:30
Last Modified: 29 Aug 2012 16:30
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4583

Actions (login required)

View Item View Item