ANALISIS SIFAT MAGNETIK BAHAN YANG MENGALAMI PROSES ANNEALING DAN QUENCHING

Edi Istiyono, M.Si, - (2007) ANALISIS SIFAT MAGNETIK BAHAN YANG MENGALAMI PROSES ANNEALING DAN QUENCHING. UNY.

[img]
Preview
Text
Edi_Istiyono.pdf

Download (11kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh temperatur annealing terhadap permeabilitas bahan, (2) mengetahui pengaruh temperatur annealing terhadap koersivitas bahan, (3) mengetahui pengaruh temperatur annealing terhadap remanensi bahan, (4) mengetahui pengaruh temperatur quenching terhadap permeabilitas bahan, (5) mengetahui pengaruh temperatur quenching terhadap koersivitas bahan, (6) mengetahui pengaruh temperatur quenching terhadap remanensi bahan, (7) memperoleh temperatur annealing optimum bahan ditinjau dari permeabilitas, koersivitas dan remanensinya, dan (8) memperoleh temperatur quenching optimum bahan ditinjau permeabilitas, koersivitas dan remanensinya. Bahan FCD yang dipakai pada penelitian ini terdiri dari beberapa unsur dengan komposisi sebagai berikut: (1) Karbon 3,752 %, (2) Silikon 1,741 %, (3) Mangan 0,442 %, (4) Fosfor 0,043 %, dan (5) Belerang 0,026 %. Ukuran FCD yang digunakan sebagai benda uji panjang 60 mm dan diameter 8 mm. Untuk melakukan quenching digunakan furnice, dan untuk menguji kurva histerisis digunakan Magnetic Dari analisis data penelitian diperoleh bahwa: (1) Secara umum semakin tinggi temperatur annealing, semakin rendah permeabilitas, namun pada medan magnet tinggi temperatur annealing permeabilitas maksimum 6000C, (2) Semakin tinggi temperatur annealing, semakin tinggi koercivitas bahan dan setelah mencapai maksimum (6000C ) kemudian menurun lagi, (3) Semakin tinggi temperatur annealing, semakin tinggi remanensi bahan dan setelah mencapai maksimum (6000C ) kemudian menurun lagi, (4) Semakin tinggi temperatur quenching, semakin tinggi permemeabilitas dan setelah mencapai maksimum kemudian menurun lagi. Pada temperatur quenching rendah dan tinggi permeabilitas bernilai kecil, sedangkan pada temperatur sedang permeabilitas bernilai tinggi. (5) Semakin tinggi temperatur quenching, semakin tinggi pula koersivitas bahan FCD. (6) Semakin tinggi temperatur quenching, semakin tinggi remanensi bahan FCD, (7) Kondisi optimum proses annealing pada temperatur 6000C menghasilkan bahan FCD dengan sifat kemagnetan yang keras yaitu permeabilitas tinggi, remanensi dan koersivitas tinggi, dan (8) Kondisi optimum proses quenching pada temperatur 10000C menghasilkan bahan FCD dengan sifat kemagnetan yang keras yaitu permeabilitas rendah, remanensi dan koersivitas tinggi. Kata kunci: FCD, temperatur annealing, temperatur quenching, permeabilitas, koersivitas, dan remenensi FMIPA, 2007 (PEND. FISIKA)

Item Type: Article
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 21 Jun 2012 01:55
Last Modified: 21 Jun 2012 01:55
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/433

Actions (login required)

View Item View Item