STRATEGI KAMPANYE KEMENANGAN SBY-BOEDIONO DENGAN SATU PUTARAN PEMILU DALAM PILPRES 2009

Adi Setiawan, as STRATEGI KAMPANYE KEMENANGAN SBY-BOEDIONO DENGAN SATU PUTARAN PEMILU DALAM PILPRES 2009. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK_Adi_Setiawan.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK_Adi_Setiawan.pdf

Download (153kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertama, bagaimana strategi kampanye kemenangan SBY-Boediono dengan satu putaran pemilu dalam pilpres 2009. Kedua, proses kemenangan SBY-Boediono dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009. Ketiga, faktor-faktor kemenangan SBY-Boediono dengan satu putaran pemilu dalam pilpres 2009. Keempat, adalah implikasi pelaksanaan pilpres 2009 terhadap pendidikan politik. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur atau studi kepustakaan. Studi literatur diperoleh dari buku-buku, referensi, jurnal, surat kabar dan sumber dari internet tentang strategi kampanye kemenangan SBY-Boediono dengan satu putaran pemilu dalam pilpres 2009. Data dari penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan anlisis deskriptif kualitatif yaitu data yang diperoleh, dikumpulkan dikelompokkan dan dikategorisasikan berdasarkan sifat data kemudian diadakan analisis guna memperoleh kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini adalah cross-check data dengan mengadakan wawancara dengan tokoh/pakar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, proses pemilihan presiden dan wakil presiden 2009 banyak terjadi permasalahan yaitu permasalahan DPT yang menggangu proses demokratisasi dan kualitas pemilu. Kedua, strategi kampanye menggunakan komunikasi politik yang terfokus konsep political marketing, terdiri dari tiga fase yakni fase pertama, strategi modern campaign menggunakan media campaign dan grasroot campaign, fase kedua, strategi on time early bird menggunakan media campaign. Fase ketiga, strategi media campaign menggunakan strategi politik pencitraan dan political marketing menggunakan brand, image positioning dan differensiasi. Ketiga, faktor kemenangan SBY-Boediono dikarenakan adanya tim “siluman” yang tidak mudah terlacak gerak kerjanya dengan menggunakan jejaring hingga tingkatan terkecil yang mengakar hingga ke semua lapisan masyarakat. Gerakan ini tidak dibatasi oleh waktu dan tempat maupun cara sosialisasinya. Tim “siluman” ini memiliki anggota berupa tokoh masyarakat yang mampu menggerakkan massa untuk memilih SBY-Boediono. Keempat, implikasi pelaksanaan pilpres 2009 terhadap pendidikan politik yakni penggunaan marketing politik seperti media campaign sangat rawan adanya distorsi dan manipulasi kepada masyarakat. Pemilih memilih bukan karena pertimbangan rasional melainkan karena adanya manipuasi informasi tersebut. Maka akan berimplikasi negatif sehingga yang muncul adalah politik transaki dan pragmatisme dari elit politik yang akhirnya pendidikan politik terabaikan sehingga menodai nilai-nilai demokrasi secara nyata.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Kewarganegaraan dan Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum
Depositing User: pkn dan hukum fise
Date Deposited: 24 Jul 2012 02:49
Last Modified: 24 Jul 2012 02:49
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/2611

Actions (login required)

View Item View Item