PENINGKATAN SCIENTIFIC SKILL SISWA MELALUI IMPLEMENTASI METODE GUIDED INQUIRY PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMAN 1 SLEMAN

Paidi, Dr., M.Si. (2007) PENINGKATAN SCIENTIFIC SKILL SISWA MELALUI IMPLEMENTASI METODE GUIDED INQUIRY PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMAN 1 SLEMAN. UNY.

[img]
Preview
Text
Paidi.pdf

Download (11kB) | Preview

Abstract

Hasil observasi awal pembelajaran di SMAN 1 Sleman menunjukkan bahwa para siswa kelas (XIIb) dalam melakukan kerja ilmiah (scientific skill) masih jauh dari harapan. Sementara scientific skill merupakan bagian penting dari expected learning outcome siswa yang belajar IPA (biologi) yang dituntut oleh kurikulum, termasuk KTSP. Untuk membangun kompetensi pada aspek proses sains (scientific process) itu pada para siswa SMAN 1 Sleman, dirasa masih diperlukan bimbingan dan pancingan guru. Oleh karenanya, penggunaan guided inquiry dirasa tepat untuk maksud ini. Maksud dan tujuan tersebut dicapai melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), panduan PTK Tim Pelatih Proyek PGSM, (1999), yang tiap siklus terdiri 4 tahapan tindakan, ialah planning, implementing, monitoring, reflecting. Penelitian ini diselesaikan dalam 2 (dua) siklus tindakan, terkait dengan indikator kinerja yang ditetapkan. Topik untuk siklus-1 adalah merencanakan percobaan pertumbuhan-1, melaksanakan, dan mengkomunikasikan hasilnya. Sedangkan topik untuk siklus-2 adalah merencanakan percobaan pertumbuhan-2, melaksanakan, dan mengkomunikasikan hasilnya. Treatment untuk tindakan dalam PTK ini berupa guided inquiry. Bentuk bimbingan dalam PTK ini, adalah mengadaptasi pikiran Herron (1971) dan Bonnstetter (Muslimin Ibrohim, 2007), ialah bimbingan guru pada siswa dalam pengidentifikasian masalah, menggunakan panduan tertulis dan lisan. Peningkatan scientific skill siswa diukur menggunakan instrumen berupa soal tes, lembar penilaian karya, dan lembar observasi diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bimbingan siswa melakukan proses sains menggunakan panduan tertulis dan panduan lisan guru, serta bimbingan selama proses pembuatan rancangan percobaan serta pelaksanaannya, mampu meningkatkan scientific skill para siswa. Peningkatan jumlah siswa yang mampu membuat rancangan percobaan dari 12,5% menjadi 50%; peningkatan jumlah siswa yang mampu melakukan percobaan dan melaporkan hasilnya, dari 50% menjadi 75%; dan peningkatan jumlah siswa yang baik penguasaan konsep proses sains-nya (scientific process-nya), dari 50 menjadi 72% merupakan jabaran peningkatan scientific skill yang dipandang cukup berarti untuk PTK ini. Kata kunci: gided inquiry, scientific skill, SMAN 1 Sleman. FMIPA, 2007 (PEND. BIOLOGI)

Item Type: Article
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jun 2012 03:21
Last Modified: 20 Jun 2012 03:21
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item