PERANAN PARTAI FRETILIN DALAM KEMERDEKAAN TIMOR TIMUR TAHUN 1974-1998

Aan Andrianto, . (2014) PERANAN PARTAI FRETILIN DALAM KEMERDEKAAN TIMOR TIMUR TAHUN 1974-1998. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PERSETUJUAN.pdf

Download (536kB) | Preview

Abstract

Timorense (ASDT) yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1974 oleh beberapa orang termasuk Jose Manuel Ramos Horta, yang kemudian menjabat Sekretaris Urusan Luar Negeri, sedangkan ketuanya, Fransisco Xavier do Amaral. Perubahan nama partai tersebut terjadi setelah kedatangan lima orang mahasiswa dari Lisabon bulan Agustus 1974. Sejak itu nama Fretilin mulai dipakai. Partai Fretilin menolak prinsip perjuangan UDT maupun Apodeti, dan tetap berpegang pada prinsipnya sendiri yakni kemerdekaan penuh bagi Timor Timur tanpa bergantung pada negara manapun. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri atas lima tahapan yaitu: penentuan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. (1) Penentuan topik merupakan tahapan awal dalam penulisan sejarah, (2) Heuristik dilakukan dengan pencarian sumber sebagai sumber sekunder maupun primer yang sesuai dengan penelitian, (3) Kritik Sumber (Verifikasi) dilakukan dengan penilaian dan pengujian terhadap sumbersejarah sehingga dapat ditentukan otentitas dan kredibilitas sumber sejarah secara akumulatif, (4) Interpretasi dilakukan dengan menafsirkan, menganalisis dan menghubungkan fakta-fakta sejarah dan (5) Historiografi sebagai tahapan akhir, dilakukan dengan menyususun secara teratur, sistematik dan kronologis fakta-fakta sejarah sehingga membentuk bangunan cerita yang dapat dimengerti oleh umum. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa partai Fretilin memiliki sejarah dan perjuangan yang sangat panjang untuk kemerdekaan Timor Timur. Partai Fretilin mempunyai prinsip perjuangan “kemerdekaan penuh bagi Timor Timur”. Berakhirnya rezim pemerintahan otoritarian Orde Baru yang ditandai dengan pengunduran diri mantan Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 sebagai akibat dari gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa telah membuka cakrawala baru bagi penyelesaian persoalan Timor Timur. Gerakan reformasi dilakukan sebagai bentuk ungkapan kekecewaan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia dan dilakukan pada saat terjadi krisis multidimensi di Indonesia. Dengan momentum reformasi itu, persoalan status Timor Timur yang menarik perhatian PBB dan masyarakat internasional diharapkan memperoleh kejelasan. Penyelesaian masalah Timor Timur ini dilanjutkan oleh B.J Habibie dengan mengeluarkan kebijakan berupa pemberian status khusus dengan otonomi luas dalam sebuah rapat kabinet pada tanggal 9 Juni 1998. Kata kunci: Partai Fretilin, Kemerdekaan, Timor Timur, 1974-1998

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 28 Jun 2015 21:33
Last Modified: 28 Jun 2015 21:33
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21761

Actions (login required)

View Item View Item