PERLUASAN EKONOMI BELANDA DI SUMATERA TIMUR DAN DAMPAK NYA TERHADAP MASYARAKAT SUNGGAL 1872-1895

Arfin Oktavianus Sembiring, Arfin Oktavianus Sembiring PERLUASAN EKONOMI BELANDA DI SUMATERA TIMUR DAN DAMPAK NYA TERHADAP MASYARAKAT SUNGGAL 1872-1895. PERLUASAN EKONOMI BELANDA DI SUMATERA TIMUR DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT SUNGGAL 1872-1895.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak Sumatera Timur merupakan daerah yang sangat subur. Awalnya daerah Sumatera Timur merupakan hutan belantara dan belum banyak orang tertarik terhadap daerah ini. Daerah ini kemudian mulai mendapat perhatian dari bangsa Eropa. Inggrislah yang pertama menunjukkan perhatiannya terhadap daerah ini. Inggris melalui kongsi dagangnya di Penang. Inggris kemudian mengirim utusan yang bernama Ibbetson untuk meneliti daerah ini. Ibbetson tidak dapat melanjutkan penelitian karena jatuh sakit. Ia kemudian digantikan oleh Anderson untuk melanjutkan penelitian kedaerah Sumatera Timur. Penelitian Anderson inilah yang kemudian menyebabkan ketertarikan bangsa Eropa untuk menguasai daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan situasi dan keadaan Kesultanan Melayu di Sumatera Timur sebelum kedatangan Belanda, perluasan ekonomi Belanda, serta dampak dari perluasaan tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode sejarah kritis. Metode ini dimulai dengan pemilihan topik dimana penulis sangat tertarik dengan perlawanan Sunggal yang diketahui melalui beberapa literature buku. Tahap kedua adalah usaha penulis untuk mencari, memilah, dan menyeleksi sumber sejarah, baik itu primer maupun sekunder mengenai perlawanan Sunggal agar sesuai tema yang dikembangkan penulis. Tahap selanjutnya adalah mengkritisi dokumen perlawanan Sunggal seperti Besluit Gubernur Jendral No. 3, Transcriptie brief van der Sulthan van Deli aan der Resident der Oostkust van Sumatera, sehingga ditemukan dokumen yang benar-benar nyata dan dapat dipercaya. Tahap keempat adalah penilaian dan pemahaman penulis terhadap isi dokumen, sehingga dokemen dapat disatukan dengan sumber-sumber yang telah ada. Tahap terakhir adalah usaha penulis mengembangkan tulisan dalam bentuk skripsi dengan judul Perluasan Ekonomi Belanda di Sumatera Timur (Perlawanan Sunggal 1872-1895). Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana kesewenang wenangan Belanda dalam mengambil tanah milik masyarakat yang ada di Sumatera Timur. Tanah-tanah yang diambil tersebut diberikan kepada para pemodal asing untuk di kelola. Karena untung yang berlimpah para pemodal asing lain pun datang untuk menanamkan modal mereka di daerah ini. Para pemodal asing ini kemudian mendesak Sultan agar memenuhi kebutuhan tanah yang mereka perlukan untuk membuka perkebunan. Semakin lama semakin berkurang lahan milik masyarakat karena dipakai untuk memenuhi kebutuhan tanah yang diperlukan perkebunan asing. Akibat perluasan yang dilakukan oleh para perkebunan asing tersebut menimbulkan kemarahan dari masyarakat di sana. Mereka melakukan perlawanan agar hak mereka dikembalikan. Perlawanan dimulai pada tahun 1872 dan berakhir pada 1895. Perlawanan tersebut kemudian dikenal sebagai perlawanan Sunggal

Item Type: Article
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Kuno
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 26 Jun 2015 01:15
Last Modified: 26 Jun 2015 01:15
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/21478

Actions (login required)

View Item View Item